-->

Food

Kebun Sekolah Jadi Ruang Belajar, Tim Dosen PGSD UNESA Perkuat Literasi Pangan di SDN 13 Banyuasin III

Kamis, September 24, 2026, 5:57:00 PM WIB Last Updated 2026-09-24T10:57:44Z

 



PALEMBANG,KOMPASGRUPS.COM–Kebun sekolah tidak hanya dapat menjadi ruang hijau yang memperindah lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar yang menghadirkan pengalaman nyata bagi peserta didik. Gagasan tersebut diterapkan melalui kegiatan penguatan literasi pangan yang dilakukan tim dosen PGSD Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di SDN 13 Banyuasin III, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (18/9/2026).


Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Literasi Pangan dan Kemandirian Peserta Didik: Praktik Baik Agroscience Kids Education Lab”. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pembelajaran berbasis lingkungan dengan memanfaatkan kebun sekolah sebagai laboratorium pembelajaran yang dapat digunakan secara langsung oleh peserta didik.


Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Dr. Nurul Istiq’faroh, M.Pd., Dr. Abdul Ghofur, M.Pd., dan Dr. Wasis Suprapto, M.Pd. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi lain dan instansi Kementerian Agama untuk memperkuat pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan di tingkat sekolah dasar. Kolaborasi tersebut turut menghadirkan Dr. Alfi Laila, M.Pd. dari Universitas Nusantara PGRI Kediri dan Dr. Miskiah, M.Pd. dari Balai Diklat Keagamaan Palembang sebagai narasumber.


Dalam kegiatan tersebut, kebun sekolah diperkenalkan bukan sekadar sebagai lahan untuk menanam tanaman, melainkan sebagai “living laboratory” atau laboratorium hidup. Lingkungan nyata itu dapat dimanfaatkan peserta didik untuk melakukan pengamatan, mengenali berbagai fenomena, serta memahami hubungan antara tanaman, pangan, lingkungan dan kehidupan sehari-hari.


Kehadiran para guru juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan. Guru SDN 13 Banyuasin III diajak memahami bagaimana kebun sekolah dapat dikembangkan menjadi ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong keterampilan, kreativitas dan pengalaman langsung bagi peserta didik.


Konsep pembelajaran tersebut memungkinkan materi pelajaran dihubungkan dengan kondisi nyata di lingkungan sekolah. Peserta didik tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori di dalam kelas, tetapi juga dapat mengamati tanaman, mengenali bagian-bagian tumbuhan, memahami proses pertumbuhan serta melihat keterkaitan antara lingkungan dengan sumber pangan.


Kepala SDN 13 Banyuasin III, Burhanudin, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Keberadaan kebun sekolah yang dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran dinilai dapat menjadi sarana untuk memperkuat pendidikan kontekstual berbasis lingkungan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.


Dalam penerapannya, konsep Agroscience Kids Education Lab diarahkan pada pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pertanian, pangan, lingkungan dan sains melalui berbagai aktivitas langsung yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Aktivitas sederhana seperti mengamati tanaman, mengenali bagian tumbuhan dan memahami kebutuhan tanaman untuk tumbuh dapat menjadi pintu masuk pembelajaran sains.


Kebun sekolah selanjutnya diposisikan bukan hanya sebagai tempat menanam, tetapi juga sebagai laboratorium kehidupan. Peserta didik dapat belajar mengamati, menyelidiki, mencatat, mendiskusikan hingga menyimpulkan berbagai fenomena yang ditemukan di lingkungan sekitar. Pendekatan ini juga membuka peluang pembelajaran multidisiplin, seperti matematika, Bahasa Indonesia, IPA, seni dan pendidikan karakter.


Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan tersebut berkaitan dengan sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 2 tentang Zero Hunger, SDG 4 tentang Quality Education, SDG 12 mengenai Responsible Consumption and Production, SDG 13 tentang Climate Action serta SDG 15 mengenai Life on Land. Kebun sekolah dapat menjadi media untuk mengenalkan isu pangan, lingkungan, konsumsi berkelanjutan, keanekaragaman hayati dan perubahan iklim sejak sekolah dasar.


Selain aspek pengetahuan, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun karakter peserta didik. Melalui aktivitas bersama di kebun, siswa dapat belajar mengenai tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, kerja sama, kedisiplinan serta pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Pendidikan tentang pangan pun tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas karena pengalaman langsung melalui kegiatan berkebun dapat membantu siswa memahami dari mana pangan berasal dan bagaimana hubungan manusia dengan lingkungan.


Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 18 September 2026 tersebut ditutup dengan penyerahan bibit tanaman kepada pihak SDN 13 Banyuasin III. Penyerahan bibit menjadi simbol sekaligus bagian dari upaya agar kegiatan tidak berhenti setelah program selesai. Bibit tersebut diharapkan dapat terus dirawat dan dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran sehingga kebun sekolah dapat menjadi ruang belajar yang terus hidup.


Melalui kegiatan tersebut, tim dosen PGSD UNESA mendorong agar kebun sekolah terus dikembangkan sebagai “living laboratory” yang dikelola bersama oleh guru dan peserta didik. Dari lingkungan sekolah, siswa diharapkan dapat membangun pemahaman mengenai pangan, lingkungan, kepedulian, keterampilan memecahkan persoalan serta kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pengelolaan berkelanjutan, kebun sekolah tidak hanya menghasilkan tanaman, tetapi juga pengalaman belajar, pengetahuan, keterampilan, kepedulian lingkungan dan karakter bagi peserta didik. (Zafin)

Komentar

Tampilkan

  • Kebun Sekolah Jadi Ruang Belajar, Tim Dosen PGSD UNESA Perkuat Literasi Pangan di SDN 13 Banyuasin III
  • 0

Terkini

Music