-->

Food

Pawai Budaya Desa Banyuanyar Jadi Ruang Edukasi Budaya Nusantara

Senin, September 14, 2026, 7:25:00 AM WIB Last Updated 2026-09-14T00:25:36Z



BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, tidak sekadar menghadirkan kemeriahan. Pawai budaya yang digelar Pemerintah Desa Banyuanyar, Minggu (14/9/2026), menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat tradisi sekaligus memperkuat keharmonisan antarwarga.


Berbagai potensi budaya dan kreativitas masyarakat ditampilkan dalam pawai tersebut. Warga dari berbagai dusun ikut ambil bagian dengan menghadirkan beragam kostum, kesenian, kreasi budaya, serta kendaraan hias yang mencerminkan semangat gotong royong.


Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur pawai. Warga tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi juga ikut terlibat dalam menyukseskan kegiatan. Suasana tersebut menjadikan pawai sebagai ruang silaturahmi yang mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan.


Puncak kegiatan ditutup dengan atraksi hiburan masyarakat yang diiringi sound horeg. Meski berlangsung meriah, seluruh rangkaian kegiatan mendapat pengamanan dari jajaran Polsek Kalibaru, Koramil 0825/05 Kalibaru, serta Linmas Desa Banyuanyar.


Kapolsek Kalibaru AKP Junaidi mengatakan, kegiatan masyarakat seperti pawai budaya memiliki nilai positif karena mampu menjadi ruang bertemunya warga sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.


“Yang kita jaga bukan hanya keamanan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat menikmati kegiatan dengan tertib dan tetap menghormati satu sama lain. Pawai budaya seperti ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan,” kata AKP Junaidi.


Menurutnya, keberagaman bentuk kesenian dan kreativitas yang ditampilkan masyarakat merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dipelihara. Karena itu, keterlibatan semua pihak menjadi penting agar kegiatan budaya tetap berlangsung secara aman dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat.


“Budaya dan kebersamaan adalah kekuatan masyarakat. Ketika warga bisa berkumpul, bergotong royong dan saling menghargai, situasi keamanan dan ketertiban juga akan lebih mudah terjaga. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan semangat tersebut,” tambahnya.


Sementara itu, perwakilan Panitia HUT RI ke-81 Desa Banyuanyar menegaskan bahwa kemeriahan pawai bukan menjadi tujuan utama. Menurutnya, nilai terpenting dari kegiatan tersebut adalah munculnya rasa memiliki dan kebersamaan dari seluruh warga.


“Sejak persiapan hingga pelaksanaan, kami melihat sendiri bagaimana warga saling membantu. Ada yang menyiapkan kesenian, kostum, kendaraan hias, mengatur jalur, hingga membantu menjaga kebersihan. Semua dilakukan secara bersama-sama. Inilah nilai yang ingin kami pertahankan,” ujarnya.


Ia menambahkan, pawai budaya diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi sarana untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.


“Kami ingin anak-anak dan generasi muda melihat bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno. Budaya adalah identitas dan bagian dari kehidupan masyarakat. Ketika mereka terlibat langsung, mereka belajar tentang kebersamaan, gotong royong, menghargai perbedaan, sekaligus mencintai daerahnya,” jelasnya.


Menurut panitia, keberagaman kreativitas yang muncul dalam pawai justru menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat. Tidak ada sekat antarwilayah maupun kelompok, seluruh warga membawa semangat yang sama untuk memeriahkan kemerdekaan.


“Harapan kami, setelah acara ini selesai, rasa persaudaraan yang terbangun tidak ikut selesai. Justru semangat saling menghargai, gotong royong dan menjaga keharmonisan itu terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.


Dengan semangat tersebut, pawai budaya HUT RI ke-81 di Desa Banyuanyar menjadi lebih dari sekadar tontonan. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana budaya, gotong royong, dan kebersamaan dapat menjadi perekat sosial sekaligus memperkuat keharmonisan masyarakat.ekadar menghadirkan kemeriahan. Pawai budaya yang digelar Pemerintah Desa Banyuanyar, Minggu (14/9/2026), menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat tradisi sekaligus memperkuat keharmonisan antarwarga.


Berbagai potensi budaya dan kreativitas masyarakat ditampilkan dalam pawai tersebut. Warga dari berbagai dusun ikut ambil bagian dengan menghadirkan beragam kostum, kesenian, kreasi budaya, serta kendaraan hias yang mencerminkan semangat gotong royong.


Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur pawai. Warga tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi juga ikut terlibat dalam menyukseskan kegiatan. Suasana tersebut menjadikan pawai sebagai ruang silaturahmi yang mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan.


Puncak kegiatan ditutup dengan atraksi hiburan masyarakat yang diiringi sound horeg. Meski berlangsung meriah, seluruh rangkaian kegiatan mendapat pengamanan dari jajaran Polsek Kalibaru, Koramil 0825/05 Kalibaru, serta Linmas Desa Banyuanyar.


Kapolsek Kalibaru AKP Junaidi mengatakan, kegiatan masyarakat seperti pawai budaya memiliki nilai positif karena mampu menjadi ruang bertemunya warga sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.


“Yang kita jaga bukan hanya keamanan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat menikmati kegiatan dengan tertib dan tetap menghormati satu sama lain. Pawai budaya seperti ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan,” kata AKP Junaidi.


Menurutnya, keberagaman bentuk kesenian dan kreativitas yang ditampilkan masyarakat merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu dipelihara. Karena itu, keterlibatan semua pihak menjadi penting agar kegiatan budaya tetap berlangsung secara aman dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat.


“Budaya dan kebersamaan adalah kekuatan masyarakat. Ketika warga bisa berkumpul, bergotong royong dan saling menghargai, situasi keamanan dan ketertiban juga akan lebih mudah terjaga. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan semangat tersebut,” tambahnya.


Sementara itu, perwakilan Panitia HUT RI ke-81 Desa Banyuanyar menegaskan bahwa kemeriahan pawai bukan menjadi tujuan utama. Menurutnya, nilai terpenting dari kegiatan tersebut adalah munculnya rasa memiliki dan kebersamaan dari seluruh warga.


“Sejak persiapan hingga pelaksanaan, kami melihat sendiri bagaimana warga saling membantu. Ada yang menyiapkan kesenian, kostum, kendaraan hias, mengatur jalur, hingga membantu menjaga kebersihan. Semua dilakukan secara bersama-sama. Inilah nilai yang ingin kami pertahankan,” ujarnya.


Ia menambahkan, pawai budaya diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi sarana untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.


“Kami ingin anak-anak dan generasi muda melihat bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno. Budaya adalah identitas dan bagian dari kehidupan masyarakat. Ketika mereka terlibat langsung, mereka belajar tentang kebersamaan, gotong royong, menghargai perbedaan, sekaligus mencintai daerahnya,” jelasnya.


Menurut panitia, keberagaman kreativitas yang muncul dalam pawai justru menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat. Tidak ada sekat antarwilayah maupun kelompok, seluruh warga membawa semangat yang sama untuk memeriahkan kemerdekaan.


“Harapan kami, setelah acara ini selesai, rasa persaudaraan yang terbangun tidak ikut selesai. Justru semangat saling menghargai, gotong royong dan menjaga keharmonisan itu terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.


Dengan semangat tersebut, pawai budaya HUT RI ke-81 di Desa Banyuanyar menjadi lebih dari sekadar tontonan. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana budaya, gotong royong, dan kebersamaan dapat menjadi perekat sosial sekaligus memperkuat keharmonisan masyarakat.(Atmaja).

Komentar

Tampilkan

  • Pawai Budaya Desa Banyuanyar Jadi Ruang Edukasi Budaya Nusantara
  • 0

Terkini

Music