BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM – Pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Desa Taman Sari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, berlangsung meriah dan memukau. Berbagai kreativitas masyarakat ditampilkan melalui kostum, seni, serta atraksi budaya yang mendapat sambutan antusias dari warga.
Sejak pawai dimulai, masyarakat tampak memenuhi sepanjang jalur yang dilalui peserta. Berbagai kelompok tampil dengan kreativitas masing-masing, memadukan unsur budaya lokal dengan kreasi masyarakat.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui keterlibatan secara langsung, anak-anak dan remaja diajak mengenal keberagaman budaya sekaligus memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Kepala Desa Taman Sari, Akbar Muhkafi, mengatakan budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, budaya tidak sebatas pakaian, kesenian maupun tradisi yang ditampilkan dalam sebuah acara, tetapi di dalamnya terdapat nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Budaya tidak hanya berbicara tentang pakaian, kesenian atau tradisi yang kita tampilkan. Di dalamnya ada nilai-nilai kehidupan. Ketika anak-anak kita terlibat dalam kegiatan budaya, mereka belajar tentang kebersamaan, disiplin, tanggung jawab, menghargai orang lain, dan mencintai identitas daerahnya,” ujar Akbar.
Ia menilai, pelestarian budaya menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup yang begitu cepat. Generasi muda perlu diberikan pemahaman bahwa mengikuti perkembangan zaman tidak berarti harus meninggalkan akar budaya dan jati diri.
“Anak-anak kita boleh maju mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, tetapi jangan sampai kehilangan karakter dan jati dirinya. Budaya menjadi salah satu cara untuk membangun karakter agar generasi muda tetap memiliki rasa hormat, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya,” jelasnya.
Akbar juga mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan masih menjadi kekuatan penting dalam kehidupan sosial di Desa Taman Sari.
Ia berharap kegiatan budaya tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Pemerintah desa, kata Akbar, akan terus mendorong ruang kreativitas masyarakat agar seni dan budaya dapat menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.
“Kalau budaya kita hidup di tengah masyarakat, maka nilai-nilai positifnya juga akan ikut hidup. Mari kita jadikan setiap kegiatan budaya sebagai ruang untuk mendidik, membangun karakter, memperkuat persaudaraan, dan menanamkan rasa bangga menjadi bagian dari Desa Taman Sari,” pungkasnya.
Pawai budaya HUT ke-81 Desa Taman Sari pun menjadi gambaran bahwa perayaan hari jadi desa dapat dikemas tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat identitas lokal, menumbuhkan kreativitas, serta menanamkan nilai karakter kepada generasi penerus.
Semangat tersebut diharapkan terus dijaga agar budaya tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari pembentukan karakter masyarakat di tengah perubahan zaman.(Atmaja)
