BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM – SMP Negeri 3 Genteng kembali menorehkan prestasi di bidang inovasi pendidikan. Sekolah tersebut berhasil meraih peringkat 3 Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi (KOINWANGI) 2026 melalui inovasi “Tukar Tugu”.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi guru dan peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, kepedulian lingkungan, karakter serta kemampuan menciptakan solusi atas persoalan di sekitarnya.
Kepala SMP Negeri 3 Genteng, Mashudi, S.Pd., mengatakan capaian tersebut sejalan dengan visi sekolah, yakni “Terbentuknya generasi religius, berprestasi, berbudaya lingkungan dan berwawasan global.”
Menurutnya, visi tersebut menjadi landasan dalam mengembangkan berbagai program sekolah, termasuk inovasi “Tukar Tugu”. Inovasi tidak ditempatkan sekadar sebagai materi kompetisi, melainkan sebagai bagian dari proses pendidikan untuk membentuk peserta didik yang mampu berpikir kreatif, bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin inovasi ini bukan hanya berhenti sebagai karya untuk lomba. Yang paling penting adalah bagaimana ide tersebut bisa diterapkan, menjadi kebiasaan positif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah. Anak-anak kami libatkan agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami proses lahirnya sebuah inovasi,” ujar Mashudi, Senin (14/9/2026).
Ia menjelaskan, unsur berprestasi dalam visi sekolah tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan meraih juara, tetapi juga keberanian peserta didik untuk menghasilkan karya dan memberikan kontribusi positif.
Sementara nilai berbudaya lingkungan diwujudkan dengan membangun kesadaran siswa agar mampu melihat lingkungan sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Sedangkan wawasan global diarahkan agar peserta didik memiliki pola pikir terbuka, adaptif dan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter.
“Prestasi ini tentu kami syukuri. Tetapi bagi kami, juara bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah proses bagaimana anak-anak belajar melihat masalah, berpikir, bekerja sama, kemudian menghasilkan sebuah gagasan yang bermanfaat. Itu bagian dari pendidikan karakter yang ingin kami kuatkan,” jelasnya.
Mashudi menambahkan, keterlibatan siswa dalam proses inovasi menjadi pengalaman pembelajaran tersendiri. Mereka didorong untuk tidak takut menyampaikan gagasan dan mencoba sesuatu yang baru.
“Kami ingin anak-anak memiliki keberanian untuk berinovasi. Mereka harus percaya bahwa dari lingkungan sekolah pun bisa lahir sebuah gagasan yang memiliki nilai dan mendapatkan apresiasi. Mudah-mudahan pengalaman ini menjadi bekal mereka menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa depan,” katanya.
Ia berharap capaian KOINWANGI 2026 dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar SMPN 3 Genteng untuk terus mengembangkan budaya inovasi.
“Prestasi ini kami persembahkan untuk seluruh keluarga besar SMPN 3 Genteng. Semoga menjadi penyemangat bagi guru dan siswa untuk terus bergerak, berkarya, berinovasi, menjaga lingkungan, serta mempersiapkan generasi yang berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai religius dan budaya,” pungkasnya.
Capaian SMPN 3 Genteng di KOINWANGI 2026 akhirnya tidak sekadar berbicara tentang peringkat. Di balik penghargaan tersebut terdapat upaya sekolah menerjemahkan visinya melalui proses pendidikan yang mendorong prestasi, karakter, kepedulian lingkungan, kreativitas dan kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan global.
(Atmaja)
