JOMBANG,KOMPASGRUPS.COM–Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di kawasan simpang empat Jalan Raya Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 14.16 WIB. Sebuah truk Mitsubishi bernomor polisi AG-8246-UW terguling saat melintas di lokasi tersebut.
Truk yang dikemudikan seorang pria berinisial BS (50), warga Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, tersebut diketahui mengangkut padi hasil panen. Selain membawa muatan padi, sejumlah pekerja sawah juga berada di atas muatan ketika kendaraan melaju dari arah timur menuju barat.
Sesampainya di simpang empat Desa Sidowarek, truk tersebut diduga mengalami kehilangan kendali hingga akhirnya terguling ke sisi kiri jalan. Kondisi muatan yang diduga melebihi kapasitas kendaraan disebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam peristiwa tersebut.
Akibat kecelakaan itu, sejumlah pekerja yang berada di atas muatan truk mengalami luka. Warga dan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi kemudian memberikan pertolongan sebelum para korban dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Sebanyak 12 orang dibawa ke rumah sakit akibat kejadian tersebut. Tiga korban dievakuasi ke RSUD Jombang, sedangkan sembilan korban lainnya dibawa ke RS Hasyim Asy'ari.
Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis, kondisi 11 korban diketahui hanya mengalami luka lecet. Mereka kemudian diperbolehkan pulang karena tidak memerlukan perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, satu korban masih menjalani perawatan di RSUD Jombang. Korban tersebut mengalami luka patah kaki sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Dalam kejadian tersebut, pengemudi truk berinisial BS dilaporkan tidak mengalami luka. Salah satu penumpang atau pekerja yang berada di kendaraan, yakni SY (40), warga Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, tercatat sebagai salah satu korban.
Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kejadian. Dua saksi yang memberikan keterangan masing-masing Sunaim (40) dan Sugeng (40), keduanya bekerja sebagai petani dan berdomisili di Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.
Setelah kejadian, petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas melakukan pendataan kendaraan, korban, serta meminta keterangan dari saksi maupun pihak-pihak yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Nurul Iman, membenarkan adanya kecelakaan tunggal yang melibatkan truk Mitsubishi AG-8246-UW tersebut. Penanganan dilakukan guna mengetahui kronologi secara lebih jelas serta faktor yang menyebabkan kendaraan sampai terguling.
Ipda Nurul Iman juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaan kendaraan angkutan. Menurutnya, kapasitas muatan harus diperhatikan karena beban berlebih dapat memengaruhi keseimbangan dan kendali kendaraan ketika melaju di jalan raya.
Kanit Gakkum juga berpesan agar masyarakat menghindari penggunaan truk bermuatan ODOL (Over Dimension Over Load). Kendaraan dengan dimensi maupun muatan yang melebihi ketentuan dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Kecelakaan di simpang empat Desa Sidowarek ini menjadi perhatian karena truk tersebut tidak hanya mengangkut padi, tetapi juga membawa sejumlah pekerja sawah di atas muatan. Dari 12 orang yang sempat dilarikan ke rumah sakit, 11 korban mengalami luka lecet dan telah diperbolehkan pulang, sementara satu korban masih menjalani perawatan di RSUD Jombang akibat mengalami patah kaki. Hingga kini, petugas kepolisian masih melakukan penanganan dan pendataan terkait peristiwa tersebut. (Zafin)

