JOMBANG,KOMPASGRUPS.COM–Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil pikap Daihatsu Granmax dan truk Mitsubishi Fuso terjadi di Jalan Raya Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan pengemudi mobil pikap mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Jombang.
Kecelakaan tersebut melibatkan mobil pikap Daihatsu Granmax bernomor polisi AG-9868-RH yang dikemudikan SB (46), warga Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, dengan truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi S-8699-UX yang dikemudikan RE (36), warga Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika mobil pikap Daihatsu Granmax melaju dari arah timur menuju barat di Jalan Raya Desa Glagahan. Kendaraan tersebut kemudian tiba di lokasi kejadian saat arus lalu lintas dari arah berlawanan juga dilalui truk Mitsubishi Fuso.
Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan diduga terjadi ketika pengemudi mobil pikap berusaha mendahului kendaraan di depannya. Saat melakukan manuver tersebut, posisi kendaraan diduga mengambil haluan terlalu ke kanan hingga memasuki jalur yang digunakan kendaraan dari arah berlawanan.
Pada saat bersamaan, truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi S-8699-UX melaju dari arah barat menuju timur. Karena posisi kedua kendaraan berada pada jalur yang berlawanan, tabrakan pun tidak dapat dihindari sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas di ruas jalan tersebut.
Akibat kejadian itu, pengemudi mobil pikap Daihatsu Granmax, SB, mengalami luka-luka dan selanjutnya mendapatkan perawatan di RSUD Jombang. Sementara itu, pengemudi truk Mitsubishi Fuso, RE, dilaporkan tidak mengalami luka dalam insiden tersebut.
Dua orang tercatat sebagai saksi dalam peristiwa ini. Saksi pertama, Surono (53), seorang pekerja swasta yang berdomisili di Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Saksi kedua, Marenda Bimantara (30), seorang pekerja swasta yang beralamat di Desa Jambu, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.
Keterangan para saksi menjadi bagian dari informasi awal untuk mengetahui rangkaian kejadian kecelakaan di lokasi tersebut. Adapun dugaan penyebab kecelakaan sebagaimana disampaikan dalam kronologi awal adalah manuver mendahului kendaraan dengan mengambil haluan terlalu ke kanan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, IPDA Nurul Iman, mengungkapkan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan yang bergerak dari arah berlawanan. Mobil pikap melaju dari timur ke barat, sedangkan truk Mitsubishi Fuso bergerak dari barat ke timur.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan agar selalu berhati-hati ketika hendak mendahului kendaraan lain, terutama di ruas jalan dua arah. Pengemudi perlu memastikan kondisi jalan, jarak pandang, serta ruang yang tersedia benar-benar aman sebelum melakukan manuver.
Selain itu, pengendara diimbau untuk tidak memaksakan diri mendahului apabila terdapat kendaraan dari arah berlawanan. Memperhitungkan jarak dan kecepatan kendaraan serta mematuhi marka dan rambu lalu lintas merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Kehati-hatian saat berkendara perlu menjadi prioritas setiap pengguna jalan demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Setiap manuver harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas secara menyeluruh agar perjalanan dapat berlangsung aman dan lancar.(Zafin)

