-->

Food

TRAFFIC LIGHT DIDUGA TAK OPTIMAL, LSM PENJARA INDONESIA SOROT KINERJA INSTANSI TERKAIT DI PERTIGAAN TAWANG ALUN GENTENG

Jumat, Oktober 16, 2026, 9:11:00 PM WIB Last Updated 2026-10-17T03:59:54Z

 


BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM— Kemacetan yang berulang di pertigaan Tawang Alun, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, menuai sorotan tajam dari LSM  PENJARA INDONESIA (Pemantau Kinerja Aparatur Negara) DPC Banyuwangi . Persimpangan yang berada di jalur nasional penghubung Banyuwangi–Jember itu dinilai membutuhkan evaluasi serius, menyusul keluhan mengenai antrean kendaraan yang kerap menghambat kelancaran arus lalu lintas.


Ryan Bagus dari LSM Penjara Indonesia Dpc Banyuwangi menilai, persoalan kemacetan yang terjadi berulang kali tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Terlebih, dugaan belum optimalnya fungsi traffic light di persimpangan tersebut perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan teknis dan evaluasi menyeluruh oleh instansi berwenang.


Menurutnya, keberadaan lampu pengatur lalu lintas seharusnya mendukung kelancaran kendaraan dari berbagai arah, bukan justru membiarkan persoalan antrean terus menjadi keluhan masyarakat tanpa kejelasan penanganan.

Photo : Situasi Kemacetan yang berulang di pertigaan Tawang Alun, Kecamatan Genteng

“Kalau kemacetan ini terus berulang setiap hari, tentu harus ada evaluasi serius. Jangan sampai masyarakat yang setiap hari melintas di jalur nasional ini terus dirugikan, sementara penyebab persoalannya belum mendapatkan penanganan yang jelas,” tegas Ryan Bagus.


Ryan menegaskan, pemeriksaan terhadap traffic light tidak cukup hanya memastikan perangkat menyala atau tidak mengalami kerusakan. Instansi terkait juga perlu mengevaluasi durasi lampu merah dan hijau, sinkronisasi fase lampu, serta kesesuaiannya dengan volume kendaraan yang melintas pada jam-jam sibuk.


“Lampu lalu lintas itu bukan sekadar perangkat yang berdiri di persimpangan. Fungsinya harus benar-benar efektif dalam mengatur pergerakan kendaraan. Kalau antrean terus terjadi, perlu diperiksa apakah pengaturan waktunya sudah sesuai atau justru membutuhkan rekayasa lalu lintas,” ujarnya.


Ia juga meminta agar evaluasi dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar pemeriksaan administratif. Menurutnya, penanganan yang tepat harus berangkat dari identifikasi penyebab utama kemacetan, termasuk kemungkinan tingginya volume kendaraan, pergerakan kendaraan berat, dan aktivitas di sekitar persimpangan.


LSM Penjara Indonesia Dpc Banyuwangi mendesak instansi yang memiliki kewenangan dalam pengaturan lalu lintas dan pengelolaan jalan agar segera turun ke lokasi. Pemeriksaan perlu melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan, kepolisian lalu lintas, serta instansi pengelola jalan nasional sesuai kewenangannya.


Ryan Bagus menilai, persoalan ini membutuhkan langkah konkret dan koordinasi lintas instansi. Jangan sampai masing-masing pihak menunggu, sementara pengguna jalan harus menghadapi kemacetan yang sama secara berulang.


“Kami meminta instansi terkait tidak saling menunggu. Segera lakukan pengecekan, buka penyebab persoalannya, lalu sampaikan kepada publik apa langkah penanganannya. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan lalu lintas yang aman dan lancar,” tandasnya.


Ia menambahkan, apabila ditemukan kerusakan perangkat atau pengaturan lampu yang tidak sesuai dengan kondisi lalu lintas, perbaikan dan penyesuaian harus segera dilakukan berdasarkan hasil evaluasi teknis.


Lebih lanjut, Ryan meminta agar hasil pemeriksaan terhadap kondisi persimpangan Tawang Alun dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Transparansi dinilai penting agar publik mengetahui apakah persoalan tersebut bersumber dari perangkat lampu lalu lintas, pola pengaturan kendaraan, atau faktor lain yang membutuhkan penanganan berbeda.


Menurutnya, kemacetan yang berlangsung berulang tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan mengenai langkah penyelesaiannya. Evaluasi berkala dan pemantauan pada jam-jam padat juga diperlukan untuk memastikan tindakan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak.


“Jangan menunggu sampai kemacetan semakin parah atau muncul insiden kecelakaan baru kemudian bertindak. Pencegahan harus menjadi prioritas. Kami berharap ada langkah nyata, bukan sekadar respons setelah persoalan ramai dikeluhkan" Apalagi posisi Trafik Light berada di samping jembatan yang kondisinya masih dalam pengawasan khusus karena tidak di perbolehkan Truk bermuatan berat parkir di jembatan saat lampu merah menyala  ” imbuhnya.


Hingga berita ini disusun, dugaan belum optimalnya fungsi traffic light di pertigaan Tawang Alun masih memerlukan pemeriksaan teknis dan konfirmasi dari instansi berwenang. Belum dapat dipastikan bahwa perangkat tersebut merupakan penyebab utama kemacetan.


LSM Penjara Indonesia Dpc Banyuwangi berharap evaluasi segera dilakukan agar persoalan tersebut memperoleh solusi yang terukur. Kelancaran arus lalu lintas di jalur nasional Banyuwangi–Jember merupakan kepentingan masyarakat luas yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari pihak terkait.(tim)

Komentar

Tampilkan

  • TRAFFIC LIGHT DIDUGA TAK OPTIMAL, LSM PENJARA INDONESIA SOROT KINERJA INSTANSI TERKAIT DI PERTIGAAN TAWANG ALUN GENTENG
  • 0

Terkini

Music