JOMBANG, KOMPASGRUPS.COM – Identitas sesosok mayat pria yang ditemukan dalam kondisi membusuk di tengah lahan jagung Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, mulai terungkap. Korban diketahui bernama Ilyas, kelahiran Jombang, 30-11-1955, warga Dusun Kalangan, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.
Penemuan jenazah tersebut terjadi pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Lokasi penemuan berada di tengah lahan jagung milik Anang Khoirudin, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dusun Kandangan. Kondisi tanaman jagung yang diperkirakan berusia sekitar satu setengah bulan membuat keberadaan jenazah tidak mudah terlihat dari luar lahan.
Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah mengalami pembusukan cukup parah. Sebagian besar jaringan daging dilaporkan telah terlepas dari tulang. Kondisi tersebut membuat petugas perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui keadaan jenazah secara terperinci.
Korban diketahui merupakan seorang pria yang berprofesi sebagai wiraswasta. Sebelum identitasnya diketahui, penemuan jenazah tersebut sempat mengundang perhatian warga setempat. Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengumpulkan keterangan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Dalam pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mencatat pakaian yang masih dikenakan korban, yakni baju berwarna merah dengan garis-garis hitam serta sarung bermotif kotak-kotak. Pakaian tersebut menjadi salah satu bagian dari barang bukti yang diamankan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
Selain pakaian, petugas juga menemukan dua buah korek api gas berwarna hijau dan kuning. Kedua benda tersebut berada tidak jauh dari bagian kepala jenazah. Selanjutnya, barang-barang itu diamankan oleh anggota Polsek Peterongan sebagai bagian dari bahan pemeriksaan.
Petugas juga menemukan dugaan patah pada dua tulang rusuk sebelah kiri korban berdasarkan pemeriksaan secara kasatmata di lokasi. Namun, temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian. Diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan kondisi tulang serta kemungkinan faktor yang berkaitan dengan kematian korban.
Keterangan keluarga turut menjadi bagian penting dalam proses penelusuran peristiwa ini. Anak kandung korban, Aris Suwarno, menerangkan kepada petugas bahwa ayahnya pernah mengalami kondisi linglung sebanyak tiga kali hingga tidak dapat menemukan jalan pulang.
Informasi mengenai kondisi korban sebelumnya tersebut menjadi salah satu bahan yang dapat membantu petugas dalam menelusuri latar belakang kejadian. Meski demikian, riwayat linglung yang disampaikan keluarga tidak serta-merta menjelaskan bagaimana korban bisa berada di tengah lahan jagung maupun memastikan penyebab kematiannya.
Untuk kepentingan pemeriksaan lebih mendalam, jenazah Ilyas selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Jombang. Pemeriksaan medis dilakukan dengan sepengetahuan dan persetujuan pihak keluarga. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan informasi lebih jelas mengenai kondisi tubuh korban serta membantu proses penentuan penyebab kematian.
Dalam penanganan perkara tersebut, Polsek Peterongan mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua korek api gas, baju merah bergaris hitam, dan sarung bermotif kotak-kotak yang dikenakan korban. Seluruh barang tersebut menjadi bagian dari proses pemeriksaan untuk mendukung pengumpulan fakta terkait penemuan jenazah.
Kapolsek Peterongan, AKP Hidayaturrachman, S.T.K., S.I.K., M.Si., terkait dengan penanganan peristiwa tersebut. Pemeriksaan di lokasi dilakukan untuk mendokumentasikan kondisi jenazah, mencatat temuan di sekitar tempat kejadian, serta mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam proses penyelidikan.
Penemuan jenazah di tengah lahan jagung yang cukup tersembunyi tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai kronologi sebelum korban ditemukan. Terlebih, kondisi tubuh yang telah membusuk dan adanya dugaan patah tulang rusuk memerlukan penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut agar tidak muncul kesimpulan yang belum didukung hasil pemeriksaan resmi.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kematian Ilyas belum dapat dipastikan berdasarkan informasi pemeriksaan awal yang tersedia. Petugas masih perlu mendasarkan kesimpulan pada hasil pemeriksaan medis dan fakta-fakta yang berhasil dikumpulkan. Masyarakat diharapkan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang serta tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban.
(Zafin)
