BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan truk di Jalan Raya Jember–Banyuwangi, tepatnya di Dusun Wadung Kamidin, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Jumat (6/11/2026) dini hari, berdampak pada terganggunya arus lalu lintas dari kedua arah hingga siang hari.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut mengakibatkan sebuah truk Mitsubishi Canter terguling setelah bertabrakan dengan truk UD tangki Pertamina. Tidak hanya itu, posisi badan truk tangki yang melintang di badan jalan hampir menutup seluruh akses jalan raya sehingga kendaraan dari arah Jember maupun Banyuwangi tidak dapat melintas secara normal.
Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan dari kedua arah. Para pengguna jalan terpaksa memperlambat perjalanan dan menunggu giliran untuk melintas di lokasi kejadian.
Mengingat ruang jalan yang tersisa sangat terbatas, anggota Unit Lalu Lintas Polsek Kalibaru bersama personel Polsek Glenmore turun langsung melakukan pengaturan arus kendaraan dengan menerapkan sistem buka tutup.
Petugas secara bergantian memberikan kesempatan kepada kendaraan dari arah berlawanan untuk melintas. Langkah tersebut dilakukan guna mengurai antrean sekaligus mengantisipasi terjadinya kemacetan yang lebih panjang selama proses penanganan dan evakuasi kendaraan berlangsung.
Sejumlah pengguna jalan yang melintas mengaku perjalanan mereka terganggu akibat kecelakaan tersebut. Posisi kendaraan tangki yang melintang hampir menutup badan jalan membuat arus kendaraan tersendat cukup lama.
Salah seorang pengguna jalan mengungkapkan, kemacetan cukup terasa karena jalur tersebut merupakan akses utama penghubung Banyuwangi menuju Jember maupun sebaliknya.
"Kami berharap proses evakuasi kendaraan bisa segera dilakukan karena jalur ini merupakan akses utama masyarakat. Akibat kecelakaan tersebut, perjalanan menjadi terhambat dan kendaraan harus mengantre cukup lama," ungkapnya.
Meski demikian, pengguna jalan tersebut mengapresiasi kehadiran petugas kepolisian yang melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup.
"Petugas sudah berupaya mengatur kendaraan dari kedua arah agar tetap bisa melintas. Kami berharap proses penanganan bisa berjalan lancar sehingga arus lalu lintas kembali normal," imbuhnya.
Sebelumnya, kecelakaan tersebut melibatkan truk Mitsubishi Canter warna kuning hijau bernomor polisi P-8513-UR dan truk UD tangki Pertamina warna merah putih bernomor polisi M-8062-UH.
Berdasarkan informasi awal yang diterima Unit Lalu Lintas Polsek Kalibaru, kecelakaan diduga dipicu pengemudi truk tangki Pertamina, Ari Yudha Wicaksono (29), yang mengalami microsleep atau tertidur sesaat ketika berkendara akibat rasa kantuk.
Truk tangki yang melaju dari arah barat menuju timur diduga oleng ke kanan hingga menabrak bagian kanan truk Canter yang dikemudikan Sang Sang (56). Benturan tersebut menyebabkan truk Canter terguling, sedangkan truk tangki terus bergerak ke sisi kanan jalan hingga menghantam pondasi sebuah bangunan ruko.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi truk tangki mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan medis di RS Bhakti Husada Krikilan, Kecamatan Glenmore.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan lalu lintas tidak hanya berdampak terhadap pengemudi dan kendaraan yang terlibat, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas serta mobilitas masyarakat luas.
Karena itu, kewaspadaan, kesiapan fisik, dan konsentrasi pengemudi menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan perjalanan, khususnya bagi pengemudi kendaraan berdimensi besar yang melintasi jalur utama antarkabupaten.(Atmaja)

.jpg)