Jombang,Kompasgrups.com-Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (21/2/2026) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan rumah warga, pohon tumbang, serta terganggunya akses jalan di beberapa desa, khususnya di Kecamatan Jogoroto dan Kecamatan Peterongan.
Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jombang, cuaca ekstrem mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Hujan lebat yang disertai hembusan angin kuat mencapai puncaknya sekitar pukul 16.10 WIB dan berdampak di sejumlah titik permukiman warga.
Wilayah terdampak meliputi Desa Ngumpul dan Desa Tambar di Kecamatan Jogoroto, serta Desa Kebontemu, Desa Kepuhkembeng, Dusun Klagen, dan Dusun Kembeng di Kecamatan Peterongan. Selain rumah warga, fasilitas pendidikan MI Miftahul Ulum di Dusun Klagen juga mengalami dampak akibat terjangan angin.
Sekitar pukul 18.00 WIB, sejumlah pohon besar tumbang dan menutup badan jalan di Desa Ngumpul dan Desa Tambar. Kondisi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas serta aktivitas masyarakat. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jombang pada pukul 18.10 WIB.
Hasil pendataan sementara menunjukkan bahwa bencana angin kencang tersebut menimbulkan berbagai dampak, di antaranya:Pohon tumbang menutup akses jalan di beberapa titik.Enam rumah warga mengalami kerusakan kategori ringan hingga sedang.Dua tempat usaha mengalami kerusakan ringan.Satu pengendara tertimpa pohon tumbang, namun tidak mengalami luka serius.Meski menimbulkan kerugian material, peristiwa tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.
Menindaklanjuti laporan warga, Pusdalops BPBD Jombang segera berkoordinasi dengan pimpinan dan instansi terkait. Pada pukul 18.15 WIB, tiga tim gabungan beserta peralatan dikerahkan menuju lokasi terdampak.
Sekitar pukul 18.27 WIB, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan pemotongan pohon tumbang serta pembersihan material yang menghalangi jalan. Proses penanganan berlangsung hingga malam hari.
Hingga Minggu (22/2/2026), sebagian besar pohon tumbang telah berhasil ditangani. Namun, satu pohon di Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, masih belum dievakuasi karena keterbatasan penerangan dan posisinya yang tidak mengganggu jalan utama. Penanganan lanjutan dijadwalkan dilakukan keesokan harinya.
Dalam proses penanganan bencana, sejumlah pihak turut terlibat, antara lain Unit Operasi Pusdalops BPBD Jombang, AGISENA BPBD Provinsi Jawa Timur, Dinas PUPR Jombang, Polsek Peterongan, PLN Jombang, Dinas Lingkungan Hidup, perangkat desa, serta masyarakat setempat.
Untuk mendukung proses evakuasi, petugas mengerahkan dua unit mobil rescue BPBD Jombang, satu unit truk rescue, serta dua unit truk milik Dinas PUPR. Peralatan tersebut digunakan untuk memotong, mengangkat, dan membersihkan material pohon tumbang.
Kepala BPBD Kabupaten Jombang Wiku Birawa Filipe Dias Quintas,S.STP,M.Si, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat musim hujan disertai angin kencang.
“Warga diharapkan menghindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, maupun bangunan yang rawan roboh. Jika terjadi kejadian darurat, segera laporkan melalui saluran resmi BPBD agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.
BPBD Jombang juga memastikan pemantauan cuaca dan kondisi wilayah rawan bencana terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kejadian susulan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan serta keselamatan warga di wilayah Jogoroto dan Peterongan tetap terjaga.(Zafin)


