Jombang,Kompasgrups.com-Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Jombang pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 18.15 WIB.Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan papan reklame roboh di beberapa lokasi, sehingga sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.
Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya lima lokasi terdampak angin kencang, yakni:
Desa Kaliwungu, Kecamatan Jombang: pohon tumbang menutup jalan provinsi dan menimpa sebuah mobil.Dusun Geneng, Kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang: pohon tumbang menutup akses jalan provinsi.
Desa Sengon, Kecamatan Jombang: pohon tumbang menghambat jalan kabupaten.
Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek: papan reklame roboh akibat terpaan angin.
Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno: pohon tumbang menutup jalan desa dan masih dalam proses penanganan.
Penanganan dilakukan secara cepat oleh BPBD Jombang bersama sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas PUPR Kabupaten Jombang dan DLH Kabupaten Jombang.
Selain itu, koordinasi juga melibatkan Polres Jombang, Kodim 0814 Jombang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta pihak PLN dan Telkom guna mempercepat proses penanganan di lapangan.
Petugas gabungan melakukan pemotongan dan evakuasi pohon tumbang yang menutup badan jalan, serta mengamankan papan reklame yang roboh agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Meski sempat menimbulkan gangguan, peristiwa ini tidak dilaporkan menyebabkan korban jiwa. Namun, satu unit kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon di wilayah Desa Kaliwungu.
Hingga Sabtu malam, sebagian besar titik terdampak telah berhasil ditangani dan arus lalu lintas kembali normal. Sementara itu, proses penanganan masih terus dilakukan di Desa Sukomulyo, Kecamatan Mojowarno.Kepala BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi serta memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat terjadi hujan disertai angin kencang. Warga juga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon besar atau dekat papan reklame yang berpotensi roboh.
“Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal dan kondisi segera kembali normal,” ujar Wiku.(Zafin)


