-->

Food

Iklan

Implementasi Penanggulangan Bencana Inklusif, Pemkab Jombang Libatkan Siswa SLB dalam Simulasi HKB 2026

Minggu, April 26, 2026, 4:52:00 PM WIB Last Updated 2026-04-26T09:52:53Z

Jombang,Kompasgrups.com-Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 dengan cara berbeda. Kegiatan yang berlangsung di RTH Kebon Ratu, Minggu (26/4/2026), menghadirkan simulasi kesiapsiagaan bencana yang melibatkan siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Jombang sebagai peserta utama.


Langkah ini menjadi terobosan penting dalam upaya membangun sistem penanggulangan bencana yang inklusif. Bahkan, Kabupaten Jombang tercatat sebagai satu-satunya daerah yang selama dua tahun berturut-turut melibatkan siswa SLB dalam peringatan HKB, menegaskan komitmen bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, memiliki hak dan peran yang sama dalam mitigasi bencana.


Mengusung tema “Siap untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kebencanaan sejak dini. Para peserta dibekali pengetahuan serta keterampilan praktis untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, terutama bagi penyandang disabilitas yang kerap menjadi kelompok paling rentan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, yang membacakan sambutan Bupati Jombang, menegaskan bahwa paradigma penanggulangan bencana harus berubah. Penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebagai objek perlindungan semata, melainkan subjek yang aktif dan berdaya.


Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Jombang Warsubi menekankan pentingnya sistem kebencanaan yang ramah disabilitas. Hal tersebut meliputi akses informasi yang mudah dipahami, sistem peringatan dini yang inklusif, jalur evakuasi yang aksesibel, hingga pelibatan aktif dalam proses penyelamatan.


“Pemerintah Kabupaten Jombang berkomitmen memperkuat penanggulangan bencana berbasis inklusi melalui pelatihan, penguatan kapasitas komunitas, serta kolaborasi lintas sektor,” ujar Agus Purnomo saat membacakan sambutan tersebut.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Jombang, Purwanto, dalam laporannya menyampaikan bahwa langkah Jombang ini merupakan inovasi yang patut diapresiasi secara luas.

Menurutnya, keterlibatan siswa SLB dalam simulasi kebencanaan menjadi contoh nyata bahwa inklusivitas bukan sekadar konsep, tetapi dapat diimplementasikan secara konkret dalam kebijakan daerah.


“Ini merupakan terobosan luar biasa yang patut kita banggakan. Kabupaten Jombang memberikan contoh bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga harus mendapat kesempatan yang sama dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujarnya.


Tidak hanya simulasi kebencanaan, peringatan HKB 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreatif dari siswa SLB. Mulai dari fashion show, tari, hingga pertunjukan musik, seluruhnya menjadi wadah ekspresi sekaligus menunjukkan potensi dan kepercayaan diri anak-anak dalam suasana yang inklusif dan penuh kegembiraan.


Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga mendapatkan edukasi tanggap bencana dari tim BPBD Kabupaten Jombang. Materi disampaikan secara interaktif dan ramah anak, sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.


Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), para guru SLB, orang tua siswa, serta seluruh pihak yang terlibat. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi kunci dalam membangun budaya sadar bencana yang inklusif di Kabupaten Jombang.


Melalui peringatan HKB 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Jombang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem kesiapsiagaan bencana yang merangkul semua kalangan tanpa terkecuali. Upaya ini diharapkan dapat menjadi praktik baik sekaligus inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang adil, setara, dan inklusif.(Zafin)

Komentar

Tampilkan

  • Implementasi Penanggulangan Bencana Inklusif, Pemkab Jombang Libatkan Siswa SLB dalam Simulasi HKB 2026
  • 0

Terkini

Music