Banyuwangi, Kompasgrups.Com – Pertandingan putaran pertama babak 8 besar ajang PSSI Kabupaten Banyuwangi berlangsung sengit dan penuh tensi saat Desi Banteng Muncar berhadapan dengan PSG FC. Laga bergengsi tersebut diwarnai drama penalti, kartu merah, hingga duel keras antar pemain sepanjang pertandingan.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil agresif dengan tempo permainan tinggi. Jual beli serangan terus terjadi demi membuka peluang merebut tiket menuju babak semifinal. Dukungan ratusan suporter yang memadati tribun stadion semakin menambah atmosfer panas pertandingan.
Drama laga bermula ketika wasit menunjuk titik putih usai gelandang bertahan PSG FC dinilai melakukan pelanggaran keras di area terlarang. Keputusan tersebut sempat memicu protes dari kubu PSG FC, namun wasit tetap pada keputusannya setelah berkoordinasi dengan hakim garis.
Kesempatan emas itu berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Abrahim, striker andalan Desi Banteng Muncar. Dengan eksekusi yang tenang dan terarah, bola sukses bersarang ke gawang PSG FC dan membawa Desi Banteng unggul lebih dulu.
Tidak hanya drama penalti, pertandingan juga memanas akibat benturan keras antar pemain di lini tengah. Adu argumentasi dari kedua kubu sempat terjadi dan memancing ketegangan di atas lapangan.
Melihat situasi yang mulai tidak kondusif, wasit akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan kartu merah kepada masing-masing satu pemain dari kedua tim demi menjaga jalannya pertandingan tetap terkendali.
Berkurangnya jumlah pemain justru membuat laga semakin terbuka. Intensitas duel meningkat drastis, sementara perebutan bola berlangsung keras hingga penghujung babak pertama.
Memasuki detik-detik injury time, Desi Banteng Muncar kembali menambah keunggulan. Berawal dari skema serangan cepat di sisi sayap, sebuah umpan silang terukur berhasil dikirim ke area kotak penalti PSG FC dan langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Yosef
Tanpa pengawalan ketat, Yosef sukses menyambar bola dan membobol gawang PSG FC untuk kedua kalinya. Gol tersebut sontak disambut gemuruh sorakan para suporter Desi Banteng Muncar yang memenuhi tribun stadion.
Kemenangan dengan skor 2-0 memastikan Desi Banteng Muncar melangkah ke babak semifinal turnamen sepak bola bergengsi di Banyuwangi tersebut. Dominasi permainan, efektivitas serangan, serta ketenangan para pemain menjadi faktor utama keberhasilan tim asal Muncar itu mengamankan tiket empat besar.
Yudi, salah satu suporter Desi Banteng Muncar, mengaku bangga atas perjuangan tim kebanggaannya yang tampil penuh semangat dan disiplin sepanjang pertandingan.
“Pemain tampil luar biasa. Mental bertanding mereka sangat kuat meski pertandingan berlangsung keras. Kami optimistis Desi Banteng bisa terus melaju hingga final,” ujarnya.
Sementara itu, Rian, pendukung PSG FC, berharap kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi timnya agar tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
“Pertandingannya sangat keras dan penuh tekanan. Tapi kami tetap bangga dengan perjuangan para pemain di lapangan,” katanya.
Pengamat olahraga Banyuwangi, Pepeng, menilai Desi Banteng Muncar tampil lebih matang, baik secara permainan maupun mental bertanding.
“Desi Banteng mampu mengontrol tempo permainan dan sangat efektif memanfaatkan peluang.(Atmaja)

