-->

Food

Iklan

Ricuh Suporter Warnai Piala PSSI Banyuwangi 2026, Venue RTH Genteng Kulon Disorot

Senin, Mei 11, 2026, 5:49:00 PM WIB Last Updated 2026-05-11T10:49:00Z

Banyuwangi,KOMPASGRUPS.COM– Turnamen PSSI Banyuwangi 2026 yang memperebutkan hadiah sebesar Rp100 juta kembali menjadi sorotan publik. Pertandingan antara tim Genteng melawan Kalibaru pada Senin sore (11/5/2026) di Lapangan RTH Genteng Kulon diwarnai kericuhan antarsuporter yang sempat memicu ketegangan di area pertandingan hingga luar lapangan.



Keributan awalnya terjadi di dalam area tribun penonton akibat saling ejek antarpendukung kedua tim. Situasi semakin memanas usai pertandingan berakhir. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, bentrokan kembali pecah di luar lapangan. Sejumlah suporter dari kedua kubu terpantau saling kejar dan terlibat adu jotos.


Petugas keamanan dari jajaran Polsek Genteng dan Polsek Glenmore yang berjaga di lokasi tampak berusaha keras meredam emosi massa dan memisahkan kedua kelompok suporter. Namun membludaknya penonton serta tingginya tensi pertandingan membuat situasi sempat sulit dikendalikan.


Akibat insiden tersebut, banyak penonton merasa kecewa dan menyayangkan terjadinya kericuhan dalam ajang olahraga yang seharusnya menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat persaudaraan antardaerah.


Tidak hanya soal kericuhan, masyarakat juga menyoroti kondisi Lapangan RTH Genteng Kulon yang dinilai diduga belum memenuhi standar untuk pelaksanaan turnamen sepak bola berskala besar di bawah naungan PSSI Banyuwangi.


Minimnya pembatas antarsuporter, kapasitas tribun yang terbatas, akses keluar masuk penonton yang sempit, hingga sistem pengamanan yang dinilai kurang maksimal menjadi perhatian sejumlah pihak. Kondisi tersebut disebut berpotensi memicu kerawanan ketika pertandingan dengan tensi tinggi berlangsung.


“Kalau turnamen ini membawa nama PSSI Banyuwangi dan hadiahnya sampai Rp100 juta, seharusnya digelar di stadion yang lebih representatif dan memiliki standar keamanan yang jelas. Jangan sampai penonton jadi korban karena fasilitas yang kurang memadai,” ujar salah satu penonton di lokasi.


Komentar serupa juga disampaikan warga sekitar yang menilai lokasi pertandingan kurang layak untuk menampung antusiasme ribuan penonton.


“Pertandingannya bagus dan ramai, tapi pengamanan dan fasilitas harus jadi perhatian utama. Kalau kapasitas lapangan terbatas sementara penonton membludak, tentu sangat rawan terjadi chaos,” ungkap warga lainnya.


Kini publik mempertanyakan dasar penunjukan Lapangan RTH Genteng Kulon sebagai venue turnamen yang diikuti 32 tim tersebut. Masyarakat berharap pihak panitia dan PSSI Banyuwangi segera melakukan evaluasi menyeluruh demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan citra sepak bola Banyuwangi.


Sementara hingga berita ini dimuat, belum ada klarifikasi resmi dari pihak panitia pelaksana maupun pihak PSSI Banyuwangi terkait insiden kericuhan antarsuporter maupun sorotan masyarakat mengenai dugaan ketidaksesuaian standar lokasi pertandingan tersebut.(tim).

Komentar

Tampilkan

  • Ricuh Suporter Warnai Piala PSSI Banyuwangi 2026, Venue RTH Genteng Kulon Disorot
  • 0

Terkini

Music