-->

Food

Iklan

Warga Salakan Pasang Spanduk Penolakan, Aktivitas Geolistrik di Lahan Pertanian Diprotes

Senin, Mei 25, 2026, 4:49:00 PM WIB Last Updated 2026-05-25T09:49:15Z

BANYUWANGI,kompasgrups.com – Gelombang penolakan terhadap aktivitas yang diduga berkaitan dengan eksplorasi tambang emas terus menguat di kawasan Salakan, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Warga kini secara terbuka memasang spanduk penolakan bertuliskan “Stop Geolistrik” di area persawahan dan ladang milik masyarakat.


Spanduk itu dipasang sebagai bentuk perlawanan warga terhadap aktivitas pengambilan sampel tanah yang dinilai mengancam lahan pertanian, lingkungan hidup, dan keberlangsungan mata pencaharian petani setempat.


Ketegangan terjadi pada Minggu (24/5/2026) saat sejumlah warga memergoki adanya aktivitas pengambilan sampel menggunakan alat bermesin diesel di area lahan pertanian milik warga.


Mengetahui adanya aktivitas tersebut, warga langsung mendatangi lokasi dan meminta kegiatan dihentikan. Adu argumen antara warga dan tim pengambil sampel pun tak terhindarkan.


Warga mengaku telah menunjukkan dokumen kepemilikan lahan sebagai penegasan bahwa area tersebut merupakan tanah milik masyarakat yang tidak dapat dimasuki tanpa izin pemilik.


Di sisi lain, warga mempertanyakan legalitas kegiatan pengambilan sampel tersebut. Namun menurut pengakuan warga, tim di lapangan tidak dapat menunjukkan dokumen izin aktivitas saat diminta.


Situasi yang semakin memanas membuat tim pengambil sampel akhirnya meninggalkan lokasi secara tergesa-gesa. Sejumlah alat operasional bahkan disebut ditinggalkan di sekitar area lahan.


Beberapa hari kemudian, alat-alat tersebut diketahui telah dipreteli dan dipindahkan ke kawasan hutan tak jauh dari lokasi kejadian. Informasi itu memicu kemarahan sebagian warga yang sempat berniat membakar alat tersebut.


Namun tindakan tersebut berhasil dicegah oleh tokoh masyarakat setempat, Suratin, yang meminta warga tetap menahan diri dan tidak bertindak di luar hukum.


“Kita jangan main hakim sendiri. Kalau memang ada pelanggaran, biar diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Suratin di hadapan warga.


Hingga kini, alat operasional itu dikabarkan masih berada di kawasan hutan sekitar lokasi lahan pertanian warga.


Tak hanya itu, warga juga mulai mencurigai adanya upaya pendekatan dari oknum tertentu agar lahan tersebut dapat digunakan untuk kepentingan pengambilan sampel. Dugaan tersebut kini menjadi perhatian serius masyarakat setempat.


Sementara itu, Pramono dari Divisi Investigasi DPP Macan Asia yang mendapat mandat dari Suratin turun langsung ke lokasi guna melakukan pendampingan terhadap warga sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat.


Menurutnya, pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait dugaan aktivitas pengambilan sampel tanpa izin, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam kegiatan tersebut.


“Kami menerima laporan dari masyarakat dan akan melakukan investigasi lebih lanjut. Jika memang ada aktivitas tanpa izin atau ada unsur pelanggaran hukum, tentu harus ditindak sesuai aturan yang berlaku,” ujar Pramono.


Ia juga mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi tetap kondusif dan tidak terpancing melakukan tindakan anarkis.


“Aspirasi masyarakat harus dihormati, tetapi jangan sampai berujung tindakan yang melanggar hukum. Kami berharap semua pihak menahan diri dan menyerahkan penanganannya kepada pihak berwenang,” tambahnya.


Warga berharap pemerintah daerah serta aparat terkait segera turun tangan untuk memastikan seluruh aktivitas di wilayah Salakan berjalan sesuai aturan, transparan, dan tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan sekitar.(Tim)

Komentar

Tampilkan

  • Warga Salakan Pasang Spanduk Penolakan, Aktivitas Geolistrik di Lahan Pertanian Diprotes
  • 0

Terkini

Music