BANYUWANGI,KOMPASGRUPS.COM – Kabupaten Banyuwangi kembali melahirkan atlet muda berprestasi yang siap mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Naufan, pecatur muda binaan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Banyuwangi, sukses meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 dan memastikan diri tampil pada kejuaraan tingkat Asia.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian luar biasa bagi atlet muda asal Banyuwangi itu. Selain meraih gelar juara nasional, Naufan juga berhak menyandang gelar Master Percasi (MP) sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan dan prestasinya di dunia catur Indonesia.
Perjalanan Naufan menuju puncak prestasi dimulai sejak usia dini. Bakatnya pertama kali terdeteksi saat masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK) pada usia sekitar enam tahun. Saat itu Percasi Banyuwangi tengah menggelar liga catur rutin sebagai bagian dari program pencarian bibit atlet muda.
Dalam salah satu seri liga yang digelar di wilayah Genteng pada Februari 2024, Naufan yang masih sangat muda mampu menarik perhatian para pembina. Kemampuan berpikir, konsentrasi, dan ketenangannya saat menghadapi lawan membuat Percasi Banyuwangi memutuskan untuk memberikan pembinaan secara khusus.
Sejak saat itu, Naufan menjalani latihan yang lebih intensif dengan pendampingan pelatih dan mentor berpengalaman. Ia juga rutin diikutsertakan dalam berbagai turnamen di dalam maupun luar daerah untuk menambah pengalaman dan membangun mental bertanding.
Hasilnya mulai terlihat ketika Naufan berhasil menjadi juara pada Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) di kelompok usianya. Prestasi tersebut membawanya melangkah ke Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), di mana ia kembali menunjukkan kualitas permainan yang menjanjikan.
Dalam sejumlah pertandingan penting, Naufan mampu menaklukkan lawan-lawan tangguh, termasuk wakil dari Surabaya yang dikenal memiliki tradisi pembinaan catur yang kuat. Penampilan impresif itu menjadi modal penting hingga akhirnya ia berhasil menembus Kejuaraan Nasional.
Pada Kejurnas Catur 2026, Naufan tampil konsisten sejak babak awal hingga akhir. Ketenangan dalam berpikir, kemampuan membaca posisi, serta keberanian mengambil keputusan di bawah tekanan menjadi kunci keberhasilannya meraih medali emas.
Ketua Umum Percasi Banyuwangi, Doan Ferdiansa, mengatakan keberhasilan Naufan merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini.
"Kami menemukan Naufan saat masih berusia sekitar enam tahun. Waktu itu ia mengikuti liga catur yang rutin kami gelar sebagai bagian dari program pencarian bibit atlet. Dari cara berpikir, keberanian mengambil keputusan, hingga ketenangannya saat bermain, kami melihat ada sesuatu yang istimewa dalam diri anak ini," kata Doan.
Menurutnya, Percasi Banyuwangi selama ini fokus membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan melalui kompetisi rutin, pelatihan, serta pendampingan atlet berbakat.
"Kami percaya prestasi tidak lahir secara kebetulan. Prestasi adalah hasil dari proses panjang, disiplin, kerja keras, dan kesempatan bertanding yang cukup. Naufan adalah bukti bahwa anak-anak daerah mampu bersaing di level nasional apabila mendapatkan pembinaan yang tepat," ujarnya.
Doan menilai salah satu keunggulan Naufan adalah kematangan berpikir yang jauh melampaui usianya. Dalam olahraga catur, kemampuan teknis harus didukung mental yang kuat dan ketenangan saat menghadapi tekanan pertandingan.
"Saya melihat Naufan memiliki karakter petarung. Dia tidak mudah menyerah, mampu tetap tenang dalam situasi sulit, dan selalu berusaha mencari langkah terbaik. Karakter seperti inilah yang membuatnya mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia," ungkapnya.
Lebih lanjut, Doan menyebut keberhasilan Naufan menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga catur di Banyuwangi. Ia berharap prestasi tersebut dapat memotivasi generasi muda untuk menekuni olahraga catur dan berani bermimpi tampil di tingkat nasional maupun internasional.
"Prestasi ini bukan hanya milik Naufan dan keluarganya, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Banyuwangi. Kami ingin menunjukkan bahwa daerah mampu melahirkan atlet berkelas nasional bahkan internasional. Semoga ini menjadi inspirasi bagi anak-anak lain untuk terus berlatih dan mengejar prestasi," katanya.
Menghadapi kejuaraan tingkat Asia, Percasi Banyuwangi telah menyiapkan program pembinaan lanjutan guna meningkatkan kemampuan teknis dan mental bertanding Naufan. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting agar atlet muda tersebut dapat tampil maksimal membawa nama Indonesia.
"Kejuaraan Asia tentu memiliki tingkat persaingan yang lebih tinggi karena mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara. Namun kami optimistis Naufan mampu memberikan yang terbaik. Kami berharap doa dan dukungan masyarakat Banyuwangi serta seluruh pecinta catur Indonesia agar ia dapat mengharumkan Merah Putih di panggung internasional," pungkas Doan.
Keberhasilan Naufan menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia dini yang dilakukan secara serius mampu melahirkan prestasi membanggakan. Dari sebuah liga catur di Banyuwangi, kini langkah Naufan telah mengarah ke panggung Asia dengan membawa harapan besar bagi dunia catur Indonesia.(Atmaja)
