BANYUWANGI,KOMPASGRUPS.COM – Semangat sportivitas dan kompetisi mewarnai pembukaan Turnamen Catur Cepat Kades Cup Ke-2 Tahun 2026 yang digelar di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kades Cup tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pecatur dari berbagai daerah yang hadir untuk berkompetisi sekaligus menjalin silaturahmi.
Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Bangorejo, anggota DPRD Banyuwangi Komisi IV, Ketua PERCASI Banyuwangi beserta jajaran pengurus kabupaten, perangkat Pemerintah Desa Temurejo, tokoh masyarakat, panitia pelaksana, serta para peserta turnamen.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan organisasi olahraga tersebut menunjukkan besarnya dukungan terhadap pengembangan olahraga catur sebagai salah satu cabang olahraga yang mampu membentuk karakter, melatih konsentrasi, serta menumbuhkan daya pikir strategis bagi generasi muda.
Ketua Panitia Kades Cup Ke-2 Tahun 2026, Agus Wiyono, melalui Hendro menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya bertujuan mencari juara, namun juga menjadi wadah pembinaan atlet catur sekaligus mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai wilayah.
"Kami berharap turnamen ini menjadi ruang bagi para pecatur untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan membangun persaudaraan. Kades Cup bukan sekadar kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya pembinaan olahraga catur di tingkat akar rumput," ujarnya.
Menurut Hendro, panitia berkomitmen menyelenggarakan turnamen secara profesional dengan mengacu pada aturan resmi Federasi Catur Dunia (FIDE) dan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI). Seluruh sistem pertandingan telah disiapkan agar berjalan transparan dan menjunjung tinggi prinsip keadilan bagi seluruh peserta.
Turnamen menggunakan sistem Swiss Manager untuk menentukan pasangan pertandingan (pairing). Jumlah babak yang dimainkan disesuaikan dengan jumlah peserta yang mengikuti kompetisi. Setiap hasil pertandingan akan langsung dicatat dan diumumkan secara terbuka sehingga peserta dapat memantau perkembangan klasemen selama turnamen berlangsung.
"Panitia ingin memastikan seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang sama. Karena itu seluruh mekanisme pertandingan, mulai dari pairing hingga penentuan juara, dilakukan secara terbuka dan sesuai regulasi yang berlaku," jelasnya.
Dalam turnamen ini, peserta yang mendapatkan buah putih diwajibkan membawa peralatan catur lengkap termasuk jam catur. Sementara kontrol waktu yang digunakan adalah 10 menit untuk masing-masing pemain dengan batas keterlambatan atau walk out (WO) selama tiga menit.
Penentuan juara dilakukan berdasarkan akumulasi poin dengan ketentuan kemenangan bernilai satu poin, remis setengah poin, dan kekalahan nol poin. Jika terjadi kesamaan poin, maka penentuan peringkat dilakukan melalui sistem Direct Encounter, Buchholz, Sonneborn-Berger, dan Progressive Score.
Selain mengutamakan kualitas pertandingan, panitia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan sportivitas. Seluruh peserta diwajibkan mematuhi aturan pertandingan, termasuk ketentuan touch move, promosi pion, rokade, penawaran remis, hingga larangan melakukan langkah ilegal yang dapat merugikan jalannya pertandingan.
Panitia juga menerapkan aturan ketat terkait tata tertib peserta. Seluruh pemain diwajibkan mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. Khusus peserta dari kalangan pelajar SD/MI dan SMP/MTs diwajibkan menggunakan sepatu selama mengikuti pertandingan. Peserta juga tidak diperkenankan merokok, makan, maupun menggunakan telepon seluler di area pertandingan guna menjaga konsentrasi dan kenyamanan seluruh pemain.
"Kami ingin menciptakan suasana pertandingan yang tertib, nyaman, dan profesional. Sportivitas menjadi nilai utama yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh peserta," tegas Hendro.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Kades Cup Ke-2 Tahun 2026. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah desa, PERCASI, unsur Forkopimka, DPRD Banyuwangi, sponsor, panitia, dan masyarakat.
Diharapkan melalui turnamen ini akan lahir bibit-bibit pecatur potensial yang mampu membawa nama Banyuwangi pada berbagai kejuaraan di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Semoga Kades Cup dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi salah satu wadah pembinaan olahraga catur yang membanggakan bagi Banyuwangi," pungkasnya.
Turnamen Catur Cepat Kades Cup Ke-2 Tahun 2026 pun diharapkan tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga memperkuat semangat persaudaraan, sportivitas, dan budaya kompetisi yang sehat di tengah masyarakat.(tim)
