(Foto istimewa, gabungan aksi panggung budaya. Dok.foto Lutfiah I.F.)
JEMBER, KOMPASGRUPS.COM – Sukses diselenggarakan di Taman Nara Bestari, rangkaian Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan meninggalkan jejak mendalam dan sejumlah capaian gemilang. Acara ini membuktikan bahwa sinergi seni, budaya, dan kepedulian lingkungan mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu gerakan positif.
Kolaborasi Luas dan Ruang Berkarya
Pencapaian paling menonjol adalah terjalinnya kerja sama lintas disiplin yang melibatkan sebanyak 41 seniman dari berbagai bidang. Kehadiran mereka mengubah lokasi menjadi ruang pembelajaran hidup, khususnya bagi anak-anak di sekitar yang mendapatkan kesempatan mengeksplorasi potensi diri dan berekspresi lewat seni. Selain memperkenalkan nilai-nilai budaya, acara ini juga menyuarakan pesan krusial soal pelestarian lingkungan dan perlindungan habitat kunang-kunang sebagai indikator ekosistem yang sehat.
Keberhasilan ini berkat peran maksimal panitia, partisipasi aktif para seniman, antusiasme peserta lokakarya, serta dukungan penuh masyarakat dan tamu undangan yang hadir memadati lokasi. Area pagelaran seni, ruang pameran karya, hingga stan UMKM menjadi titik pusat perhatian yang paling ramai dikunjungi.
(Foto istimewa, Momen Foto bersama para penyelenggara dan pecinta seni budaya. Dok. Foto oleh Lutfia I.F.)
Momen Menyentuh Lewat Sendratasik
Salah satu momen yang paling berkesan dan sarat makna adalah pementasan Seni Drama dan Musik (Sendratasik). Lewat narasi dan gerakan yang menyentuh, pertunjukan ini berhasil menyampaikan pesan mendalam tentang tanggung jawab manusia menjaga bumi. Respon hangat dari penonton membuktikan bahwa seni adalah jembatan efektif menyampaikan kampanye lingkungan dengan cara yang mudah dipahami dan dirasakan hati.
Harapan untuk Keberlanjutan
Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan dinilai sangat penting untuk terus dilestarikan. Mengusung filosofi "memulai dari pekarangan sendiri", acara ini mengajak masyarakat merenungkan kembali hubungan harmonis antara manusia dan alam, serta menggerakkan kesadaran kolektif agar pelestarian tidak hanya menjadi wacana, tetapi terwujud dalam tindakan nyata sehari-hari.
Peserta dan masyarakat luas memberikan apresiasi tinggi serta berharap kegiatan ini dapat ditetapkan sebagai agenda rutin tahunan. Antusiasme tersebut menjadi bukti kuat bahwa masyarakat membutuhkan ruang ekspresi budaya yang sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam di lingkungan sekitar.
Sumber/penulis: Lutfiah I.F
Publisher: Redaksi

