-->

Food

Di Tengah Polemik Koperasi GNM, Bendahara Mengaku Sudah Lama Tidak Aktif

Rabu, Agustus 05, 2026, 12:19:00 AM WIB Last Updated 2026-08-04T17:19:41Z

BANYUWANGI,KOMPASGRUPS.COM – Polemik terkait keberadaan dan tata kelola Koperasi Glen Nevis Mandiri (GNM) terus menjadi sorotan. Sejumlah anggota mempertanyakan kejelasan struktur kepengurusan, administrasi, hingga pengelolaan keuangan koperasi yang disebut memiliki sekitar 92 anggota.


Pertanyaan tersebut mencuat setelah sejumlah anggota mengaku belum mendapatkan informasi yang jelas terkait kondisi koperasi, keberadaan pengurus yang aktif, maupun realisasi sejumlah program yang sebelumnya disampaikan kepada anggota. Bahkan, keberadaan kantor operasional koperasi yang sempat menggunakan fasilitas milik PT JAI kini juga menjadi tanda tanya.


Saat dikonfirmasi awak media pada 24 Juli 2026, Maman yang selama ini disebut oleh sebagian anggota sebagai Ketua Koperasi GNM membantah informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan ketua koperasi, melainkan hanya salah satu pengurus.


"Baik, nanti saya infokan kembali. Maaf saya tanya, jenengan tahu dari mana saya ketua koperasi, Mas?" tulis Maman melalui pesan singkat.


Dalam pesan berikutnya, Maman kembali menegaskan posisinya di dalam koperasi.


"Saya pengurus, bukan ketua," tegasnya.


Klarifikasi tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan terkait struktur kepengurusan koperasi yang berlaku saat ini, termasuk siapa pihak yang menjabat sebagai ketua dan bertanggung jawab terhadap administrasi serta pengelolaan koperasi.


Di sisi lain, Fajar yang diketahui pernah menjabat sebagai bendahara koperasi mengaku sudah tidak aktif dalam kepengurusan selama kurang lebih satu tahun terakhir.


"Saya ndak paham Pak, karena saya sudah tidak aktif lagi di koperasi," ujar Fajar saat dikonfirmasi awak media.


Fajar juga mengaku tidak mengetahui secara rinci kondisi koperasi saat ini karena sudah lama tidak terlibat dalam aktivitas pengelolaan.


"Saya sudah setahun, Pak," tambahnya.


Ketika dimintai keterangan mengenai struktur kepengurusan koperasi, Fajar menyebut data tersebut berada di kantor koperasi.


"Maaf Pak, struktur ada di kantor. Sekarang saya lagi cuti," katanya.


Namun hasil penelusuran awak media di lapangan menunjukkan bahwa lokasi yang sebelumnya diketahui digunakan sebagai kantor operasional Koperasi GNM sudah tidak lagi menunjukkan aktivitas perkantoran. Tidak ditemukan papan nama maupun aktivitas yang mengindikasikan keberadaan kantor koperasi tersebut.


Temuan tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan anggota terkait keberadaan dokumen administrasi, data keanggotaan, hingga laporan pertanggungjawaban keuangan koperasi.


Salah satu anggota yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku hingga kini belum pernah menerima penjelasan secara rinci mengenai kondisi keuangan maupun perkembangan program yang pernah disampaikan pengurus kepada anggota.


"Kami hanya ingin ada keterbukaan. Selama ini anggota menyetorkan simpanan dan mengikuti kegiatan koperasi, tetapi sampai sekarang kami belum mendapat penjelasan yang jelas mengenai kondisi keuangan, jumlah anggota aktif, maupun realisasi program yang pernah dijanjikan. Kalau memang koperasi masih berjalan, seharusnya ada laporan yang bisa diketahui seluruh anggota," ujarnya.


Menurutnya, minimnya informasi yang diterima anggota berpotensi menimbulkan berbagai spekulasi. Ia berharap pengurus segera memberikan penjelasan secara terbuka agar polemik yang berkembang tidak semakin meluas.


"Kami berharap pengurus segera memberikan penjelasan. Jika memang ada kendala, sampaikan kepada anggota. Jangan sampai muncul berbagai dugaan karena minimnya informasi yang diterima anggota," tambahnya.


Selain mempertanyakan transparansi keuangan, sejumlah anggota juga menyoroti keberadaan kantor operasional koperasi yang sebelumnya diketahui menggunakan fasilitas milik PT JAI. Mereka menilai kondisi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka, termasuk terkait legalitas operasional, struktur kepengurusan, dan validitas data keanggotaan koperasi.


Para anggota berharap Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi dapat melakukan pembinaan serta verifikasi administrasi untuk memastikan tata kelola koperasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka juga meminta adanya keterbukaan mengenai data anggota, aset koperasi, simpanan anggota, serta laporan keuangan yang menjadi hak seluruh anggota untuk diketahui.


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang serta memberikan ruang hak jawab atas berbagai persoalan yang dikeluhkan anggota.(TIm)

Komentar

Tampilkan

  • Di Tengah Polemik Koperasi GNM, Bendahara Mengaku Sudah Lama Tidak Aktif
  • 0

Terkini

Music