Jombang,Kompasgrups.com-Sebuah rumah milik warga di Dusun Bakalan, Desa Kebonagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, dilalap si jago merah pada Kamis malam (6/8/2026) sekitar pukul 23.45 WIB. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut menghanguskan bangunan rumah beserta berbagai harta benda di dalamnya dengan total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.
Peristiwa kebakaran itu terjadi di rumah milik Wari (74) yang beralamat di Dusun Bakalan RT 01 RW 01, Desa Kebonagung, Kecamatan Ploso. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski seluruh penghuni rumah harus menyelamatkan diri dan kehilangan sebagian besar harta bendanya.
Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian pertama kali diketahui oleh Sulistyo Rini (46) yang saat itu berada di dalam rumah. Sekitar pukul 23.45 WIB, ia melihat kobaran api muncul pada bagian atap rumah, tepatnya di blandar atau tiang penyangga atap yang terbuat dari kayu. Api diketahui berasal dari arah dapur dan dengan cepat merambat ke bagian bangunan lainnya.
Mengetahui adanya kobaran api, Sulistyo Rini bersama penghuni rumah berusaha menyelamatkan barang-barang berharga yang masih dapat dievakuasi. Namun karena material rumah sebagian besar terbuat dari kayu dan di dalam rumah juga terdapat tumpukan padi serta berbagai perabotan, api dengan cepat membesar sehingga sulit dikendalikan.
Korban kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga berdatangan membantu memadamkan api secara manual sembari melaporkan kejadian tersebut kepada Sekretaris Desa Kebonagung, Waji (50), yang selanjutnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tim BPBD/Pemadam Kebakaran Pos Ploso segera menuju lokasi bersama personel Polsek Ploso dan unsur terkait. Setelah melakukan upaya pemadaman selama sekitar dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.50 WIB, sehingga tidak merembet ke rumah warga lainnya.
Akibat kebakaran tersebut, satu unit rumah berikut seluruh isi di dalamnya mengalami kerusakan berat. Barang-barang yang terbakar meliputi perabotan rumah tangga, simpanan padi, serta berbagai dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK), KTP, akta, dan ijazah.
Selain pemilik rumah Wari (74), penghuni lain yang terdampak dalam peristiwa ini yakni Sumini (59) dan Sulistyo Rini (46). Ketiganya selamat dan tidak mengalami luka-luka.
Usai menerima laporan, petugas dari Polsek Ploso langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Personel yang hadir antara lain Ka SPKT Polsek Ploso, Panit Reskrim Polsek Ploso, anggota SPKT, piket Reskrim, Babinsa Desa Kebonagung, serta tim BPBD/Pemadam Kebakaran Pos Ploso.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan barang bukti berupa sisa kabel listrik yang terbakar dan bagian blandar atau tiang penyangga atap rumah yang ikut hangus. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting atau bekas kabel listrik yang terbakar sehingga merambat ke blandar kayu sebelum akhirnya membesar.
Kapolsek Ploso, Kompol Achmad Chairuddin, S.Pd., M.H., membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian menyulut bagian atap rumah.
"Petugas bersama unsur terkait telah melakukan penanganan di lokasi kejadian. Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari bekas kabel yang terbakar sehingga merambat ke blandar rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta," terang Kompol Achmad Chairuddin.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah secara berkala, terutama pada bangunan yang masih menggunakan material kayu, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
Peristiwa ini kini masih dalam penanganan Polsek Ploso. Sementara itu, warga bersama perangkat desa bergotong royong membersihkan sisa-sisa material bangunan yang hangus terbakar agar lokasi kembali aman.(Zafin)

