BANYUWANGI,KOMPASGRUPS.COM– Suasana Dusun Mangli, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, mendadak berubah duka setelah seorang warga bernama MF (29) ditemukan meninggal dunia pada Selasa (8/9/2026) pagi.
Penemuan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang sejak pagi mulai berdatangan ke lokasi setelah mendapat kabar dari salah seorang warga yang pertama kali menemukan korban.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 06.30 WIB seorang warga yang hendak menuju kandang ayam miliknya melihat korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di area kebun yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Menyadari adanya kejadian tersebut, saksi segera melaporkannya kepada perangkat desa dan warga sekitar sebelum diteruskan kepada pihak kepolisian.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Sempu. Tidak lama berselang, petugas kepolisian bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Karangsari mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta penanganan awal.
Kapolsek Sempu AKP Satrio Wibowo, SH membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, petugas bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat guna memastikan kondisi korban dan melakukan serangkaian pemeriksaan di lokasi kejadian.
"Begitu menerima laporan dari warga, anggota langsung menuju lokasi bersama unsur terkait untuk melakukan pemeriksaan dan mengamankan area sekitar. Kami juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut," ujar AKP Satrio Wibowo.
Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tenaga kesehatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi juga melakukan pendalaman melalui keterangan saksi-saksi serta pihak keluarga.
"Hasil pemeriksaan awal dan keterangan yang kami peroleh mengarah bahwa tidak ditemukan indikasi tindak pidana. Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi," jelas Kapolsek.
Pihak keluarga kemudian membuat surat pernyataan resmi terkait penolakan autopsi dan menerima proses penanganan yang dilakukan petugas.
Menurut informasi dari keluarga, korban selama ini tidak memiliki riwayat penyakit yang diketahui. Namun demikian, polisi tetap mencatat berbagai informasi yang berkembang di lingkungan sekitar sebagai bagian dari administrasi penyelidikan dan pelengkapan laporan kejadian.
Peristiwa tersebut sontak menjadi perbincangan warga setempat. Sejumlah warga mengaku terkejut karena korban dikenal sebagai sosok yang cukup akrab di lingkungan tempat tinggalnya.
Kepala dusun dan perangkat desa setempat turut membantu proses penanganan sejak awal, termasuk mengoordinasikan warga agar tidak mengganggu proses pemeriksaan yang dilakukan petugas.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban dievakuasi ke rumah duka dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
AKP Satrio Wibowo juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
"Kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat komunikasi dalam keluarga, dan tidak ragu mencari bantuan apabila menemukan kerabat atau tetangga yang sedang menghadapi tekanan hidup maupun persoalan pribadi," pungkasnya.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga Dusun Mangli. Hingga proses pemakaman berlangsung, sejumlah kerabat dan tetangga terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.(Atmaja)
