BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM – Aktivitas pembangunan saluran irigasi buatan yang berada di area perkebunan Jelondoro, wilayah satuan kerja Perkebunan Banyuwangi Raya, mendapat perhatian setelah muncul informasi mengenai penggunaan material batu yang disebut berasal dari kawasan perkebunan PT New Vie Glen Falloch.
Persoalan tersebut kemudian mendapat tanggapan langsung dari manajemen PT New vie Glen Falloch. Pihak perusahaan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak pernah memberikan izin kepada pihak Banyuwangi Raya untuk mengambil maupun memanfaatkan material batu dari kawasan perkebunan yang dikelolanya.
“Yang perlu kami luruskan, sampai dengan saat ini pihak kami tidak pernah memberikan izin kepada pihak sebelah, dalam hal ini Banyuwangi Raya, untuk mengambil material batu dari area kami,” tegas pihak manajemen PT New view Glen Falloch
Menurut manajemen, persoalan tersebut perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman. Pengambilan material dari kawasan perkebunan, kata pihak perusahaan, bukan sekadar persoalan teknis pembangunan saluran, tetapi juga berkaitan dengan kewenangan pengelolaan kawasan dan dasar pemanfaatan material.
“Kalau memang ada material yang diambil dari kawasan PT New view Glen Falloch, tentu kami perlu mengetahui dasar dan untuk kepentingan apa material tersebut digunakan,” ujarnya.
Pihak perusahaan juga menegaskan tidak bermaksud menghambat pembangunan infrastruktur pengairan apabila memang ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Namun, menurut manajemen, setiap pemanfaatan material yang berada di kawasan perusahaan tetap harus dilakukan secara jelas dan melalui komunikasi maupun persetujuan pihak yang memiliki kewenangan.
“Ini bukan persoalan menghalangi pembangunan irigasi atau kepentingan masyarakat. Kami memahami bahwa infrastruktur pengairan memiliki fungsi penting. Tetapi kepentingan tersebut tetap harus ditempatkan sesuai aturan dan kewenangan masing-masing,” jelasnya.
Manajemen PT New view Glen Falloch juga meminta adanya kejelasan mengenai sumber material batu yang digunakan dalam pekerjaan tersebut. Termasuk siapa pihak yang mengambil, lokasi pengambilan, serta dasar atau persetujuan yang digunakan.
“Jangan sampai kemudian muncul persepsi seolah-olah perusahaan memberikan izin atau membenarkan pengambilan material tersebut, padahal kami tidak pernah memberikan persetujuan. Ini yang perlu kami luruskan agar informasi yang berkembang tidak keliru,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena sebelumnya aktivitas pembangunan saluran irigasi di kawasan tersebut mendapat sorotan terkait penggunaan material yang disebut berasal dari lingkungan perkebunan.
Apabila sumber material memang berasal dari kawasan PT New View Glen Falloch maka kejelasan mengenai proses pengambilan dan pemanfaatannya menjadi hal yang perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Terlebih, penggunaan material alam dari suatu kawasan perlu dilihat berdasarkan status lahan, kewenangan pengelolaan, serta ketentuan yang berlaku. Karena itu, persoalan tersebut tidak semestinya berhenti pada siapa yang menggunakan material, tetapi juga perlu diperjelas mengenai dasar pemanfaatannya.
Manajemen PT New view Glen Falloch menyatakan terbuka untuk melakukan komunikasi dengan Banyuwangi Raya maupun instansi terkait agar persoalan tersebut dapat dijelaskan secara terbuka.
“Kami terbuka untuk duduk bersama dan menjelaskan persoalan ini secara baik. Kalau memang ada dasar hukum, izin, atau kesepakatan tertentu terkait pemanfaatan material tersebut, silakan ditunjukkan dan kita klarifikasi bersama. Yang terpenting semuanya jelas dan sesuai ketentuan,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak Banyuwangi Raya masih perlu memberikan penjelasan mengenai asal-usul material batu yang digunakan dalam pembangunan saluran irigasi tersebut, termasuk apakah terdapat komunikasi, persetujuan, atau dokumen yang menjadi dasar pemanfaatan material dari kawasan PT New View Glen Falloch.
sementara hingga saat ini pihak JM banyuwangi raya masih bungkam. bahkan konfirmasi awak media pada selasa (6/10) kepada yang bersangkutan. tidak kunjung direspon (tim)
