-->

Food

Iklan

Warga Dusun Bote Kedawong Tolak Klaim Makam Tokoh, Disepakati Lokasi Bukan Makam dan Dipasang Banner Infor

Selasa, Januari 13, 2026, 12:06:00 PM WIB Last Updated 2026-01-13T05:06:05Z

Jombang,Kompasgrups.com-Warga Dusun Bote, Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, secara tegas menolak keberadaan lokasi yang diklaim sebagai makam sejumlah tokoh oleh seorang warga luar daerah. Penolakan tersebut disampaikan dalam forum musyawarah bersama yang digelar pada Senin (12/1/2026) dan dihadiri unsur pemerintah desa, tokoh agama, aparat keamanan, serta seluruh warga Dusun Bote.


Musyawarah tersebut dihadiri langsung Kepala Desa Kedawong, Anton Kaharuddin, beserta perangkat dan staf desa, Ketua BPD Kedawong Dr. H. Makmun bersama anggota, perwakilan Tanfidziyah Ranting NU Kedawong H. Abdul Wahib, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Kedawong, tokoh masyarakat Dusun Bote, serta warga setempat.

Penolakan warga dipicu oleh adanya klaim makam yang disebut-sebut sebagai makam Ki Ageng Karangploso, Sayyid Ali Murtadho, dan Dewi Sekar Srigati, yang disampaikan oleh H. Nur Cahyo, warga Kedurus, Surabaya. Klaim tersebut dinilai tidak memiliki dasar sejarah yang jelas serta tidak pernah dikenal oleh warga setempat secara turun-temurun.


Dalam forum tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran bahwa keberadaan klaim makam tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, penyesatan informasi sejarah, hingga praktik kepercayaan yang menyimpang, khususnya bagi masyarakat Dusun Bote dan wilayah sekitarnya.


“Sejak dulu, lokasi tersebut tidak pernah dikenal sebagai makam. Warga sepakat menolak klaim tersebut karena dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak sosial dan keagamaan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Dusun Bote dalam musyawarah.

Setelah dilakukan pembahasan bersama, seluruh pihak yang hadir sepakat bahwa lokasi tersebut bukan merupakan makam, sehingga tulisan atau penanda yang mencantumkan nama Ki Ageng Karangploso, Sayyid Ali Murtadho, dan Dewi Sekar Srigati diturunkan. Sebagai langkah antisipasi, warga bersama pemerintah desa juga sepakat memasang banner informasi bertuliskan “Bukan Makam” di lokasi tersebut.


Pemasangan banner dimaksudkan sebagai informasi terbuka kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman, serta untuk mencegah warga dari luar daerah datang dengan asumsi keliru mengenai keberadaan makam tokoh tertentu.


Kepala Desa Kedawong, Anton Kaharuddin, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil musyawarah mufakat dan demi menjaga ketenteraman warga. “Pemerintah desa mendukung keputusan masyarakat selama bertujuan menjaga kondusivitas dan tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.


Senada, Ketua BPD Kedawong Dr. H. Makmun menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga ketertiban sosial dan kejelasan informasi di tengah masyarakat.


Aparat TNI-Polri yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memastikan jalannya musyawarah berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gesekan antarwarga.

Dengan adanya kesepakatan ini, warga Dusun Bote berharap tidak ada lagi polemik serupa di kemudian hari, serta masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar dan tidak menyesatkan terkait lokasi tersebut.


Musyawarah pun ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, ketenangan lingkungan, serta menghormati nilai-nilai sosial dan keagamaan yang telah hidup di Dusun Bote, Desa Kedawong, secara turun-temurun.(Zafin)

Komentar

Tampilkan

  • Warga Dusun Bote Kedawong Tolak Klaim Makam Tokoh, Disepakati Lokasi Bukan Makam dan Dipasang Banner Infor
  • 0

Terkini

Music