Banyuwangi,Kompasgrups.com– Potensi seni generasi muda kembali bersinar dari daerah. Hana Mufidah, siswi kelas 3A dari SD Negeri 1 Genteng, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, tampil sebagai salah satu penyanyi cilik berbakat yang siap berlaga dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026.
Putri dari Abi Arbain, yang dikenal sebagai Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), ini telah menunjukkan minat dan bakat di bidang tarik suara sejak usia dini. Dengan kemampuan vokal yang terus diasah, Hana kini mantap melangkah ke panggung kompetisi bergengsi tingkat pelajar tersebut.
FLS3N 2026 merupakan ajang nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya”, dengan pelaksanaan yang dimulai sejak Februari hingga puncak tingkat nasional pada Oktober 2026.
Kompetisi ini dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Beragam cabang lomba dipertandingkan, seperti menyanyi solo, tari, pantomim, hingga karya sastra, sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas siswa di seluruh Indonesia.
Dalam ajang tersebut, Hana Mufidah akan mengikuti cabang lomba menyanyi solo dengan membawakan lagu berjudul “Kepompong”. Dengan latihan yang tekun serta dukungan penuh dari sekolah dan keluarga, ia optimistis dapat memberikan penampilan terbaiknya.
“Saya sangat senang bisa ikut lomba ini dan ingin memberikan yang terbaik,” ujar Hana dengan penuh semangat.
Dukungan penuh dan pandangan yang lebih luas disampaikan oleh sang ayah, Abi Arbain. Ia menilai bahwa ajang seperti FLS3N bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran penting bagi anak-anak dalam membangun karakter dan mental sejak dini.
“Sebagai orang tua, saya tentu merasa bangga melihat Hana bisa sampai di tahap ini. Namun lebih dari itu, kami melihat ini sebagai proses pendidikan yang sangat berharga. Anak belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan bagaimana menghargai setiap tahapan yang dilalui,” ungkapnya.
Abi Arbain juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mendukung tumbuh kembang bakat anak. Menurutnya, potensi anak akan berkembang maksimal jika mendapatkan ruang, kepercayaan, dan pendampingan yang tepat.
“Kami di keluarga hanya berusaha memberikan ruang dan dukungan. Tidak memaksakan, tapi mengarahkan. Ketika anak merasa didukung, dia akan lebih percaya diri untuk berkembang dan berani tampil,” tambahnya.
Lebih jauh, ia berharap ajang FLS3N dapat menjadi wadah lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat dan mencintai budaya bangsa.
“Harapan kami, Hana bisa memberikan yang terbaik dan membawa nama baik sekolah serta Banyuwangi. Tapi yang tidak kalah penting, semoga melalui ajang ini lahir anak-anak yang mencintai seni dan budaya Indonesia, serta memiliki mental yang kuat untuk bersaing di masa depan,” tuturnya.
Ia juga mengajak para orang tua lainnya untuk tidak ragu dalam mendukung bakat anak-anak mereka.
“Setiap anak punya potensi. Tugas kita sebagai orang tua adalah menemani, bukan membatasi. Memberi semangat, bukan tekanan,” pesannya.
Pihak SD Negeri 1 Genteng turut memberikan apresiasi dan dukungan atas keikutsertaan Hana. Mereka menilai bahwa ajang seperti FLS3N tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter, mental, dan kepercayaan diri siswa.
Keikutsertaan Hana Mufidah di FLS3N 2026 menjadi bukti bahwa potensi anak-anak daerah tidak kalah dengan daerah lain. Dengan pembinaan yang tepat serta dukungan berbagai pihak, generasi muda Banyuwangi diyakini mampu bersaing di tingkat nasional.
Semoga langkah Hana menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan bakat, meraih prestasi, dan mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas.(Atmaja)
