-->

Food

Gerebeg Suro di Kembiritan Jadi Ruang Merawat Budaya dan Memperkuat Jati Diri Bangsa

Minggu, Juli 05, 2026, 4:24:00 PM WIB Last Updated 2026-07-05T09:24:41Z

BANYUWANGI, KOMPASGRUPS.COM – Tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan penanda identitas yang harus terus dijaga. Semangat itulah yang terasa dalam peringatan Gerebeg Suro yang digelar warga Dusun Temurejo, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Minggu (5/7/2026).


Di bawah alunan gamelan dan atraksi kuda lumping yang memukau, ratusan warga tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari penyambutan Tahun Baru Jawa. Tak hanya menjadi hiburan rakyat, Gerebeg Suro kali ini juga menjadi ruang refleksi, silaturahmi, dan penguatan nilai-nilai budaya yang telah hidup di tengah masyarakat selama puluhan tahun.


Tokoh masyarakat setempat, Mama Loren, menegaskan bahwa bulan Suro memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar pergantian tahun dalam kalender Jawa. Menurutnya, Suro adalah momentum untuk menata batin, memperbaiki perilaku, serta mengingat kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.


“Bulan Suro mengajarkan manusia untuk lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan. Ini saat yang tepat untuk mengevaluasi diri, memperkuat rasa syukur, serta mempererat hubungan dengan sesama. Jangan sampai nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur hilang karena perubahan zaman. Kemajuan boleh kita ikuti, tetapi akar budaya jangan pernah kita tinggalkan,” ujar Mama Loren.


Sebagai bentuk nyata pelestarian budaya, dalam kegiatan tersebut ditampilkan kesenian kuda lumping yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Bagi Mama Loren, budaya tidak cukup hanya dikenang atau diceritakan, melainkan harus terus dipraktikkan agar tetap hidup di tengah generasi muda.


“Kalau budaya hanya menjadi cerita, lama-kelamaan akan hilang. Tetapi jika terus ditampilkan dan diwariskan, maka budaya akan tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat. Anak-anak kita harus tahu dari mana asal-usul budayanya agar mereka tidak kehilangan identitas di tengah derasnya pengaruh luar,” katanya.


Kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa tradisi masih memiliki tempat yang kuat di hati warga. Anak-anak, remaja hingga orang tua terlihat menikmati setiap rangkaian acara yang berlangsung penuh keakraban.


Mama Loren menilai kebersamaan warga yang hadir menjadi bukti bahwa tradisi masih mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang.


“Yang paling membahagiakan bukan hanya ramainya acara, tetapi masih adanya rasa memiliki terhadap budaya sendiri. Di sini kita bisa berkumpul, bersilaturahmi, saling menghormati, dan mengingat kembali pesan-pesan leluhur tentang hidup rukun dalam keberagaman,” ungkapnya.


Menurut Mama Loren, tradisi Gerebeg Suro harus terus dirawat karena mengandung nilai pendidikan, spiritualitas, dan kebersamaan yang sangat relevan bagi kehidupan masyarakat saat ini.


“Gerebeg Suro bukan sekadar pertunjukan seni atau ritual tahunan. Ini adalah pengingat bahwa manusia harus selalu introspeksi, menghormati warisan leluhur, menjaga persatuan, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Jika nilai-nilai ini tetap hidup, maka masyarakat akan tetap kuat menghadapi perubahan zaman,” tegasnya.


Ia berharap generasi muda dapat menjadi penerus yang menjaga dan melestarikan budaya lokal agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.


“Budaya adalah jati diri bangsa. Ketika budaya dijaga, maka karakter masyarakat juga akan tetap terjaga. Saya berharap tradisi seperti ini terus berlangsung dari generasi ke generasi, sehingga warisan leluhur tidak hanya dikenang, tetapi benar-benar hidup dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya.


Di penghujung kegiatan, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal menjadi pesan yang paling kuat. Gerebeg Suro tidak hanya menjadi perayaan pergantian tahun Jawa, tetapi juga pengingat bahwa tradisi, budaya, dan nilai-nilai luhur merupakan fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.

(Atmaja)

Komentar

Tampilkan

  • Gerebeg Suro di Kembiritan Jadi Ruang Merawat Budaya dan Memperkuat Jati Diri Bangsa
  • 0

Terkini

Music