-->

Food

Gapoktan Brantas Klarifikasi Program Sumur Bor, Sejumlah Pertanyaan Teknis Masih Belum Terjawab

Minggu, Agustus 16, 2026, 6:35:00 PM WIB Last Updated 2026-08-16T11:35:11Z

BANYUWANGI,KOMPASGRUPS.COM – Pihak Gapoktan Brantas akhirnya memberikan klarifikasi terkait proyek sumur bor yang tengah dikerjakan di Dusun Polean, Desa Tamansari, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul munculnya pertanyaan masyarakat mengenai sumber pendanaan, legalitas kegiatan, serta transparansi pelaksanaan proyek.


Melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (16/8/2026), perwakilan Gapoktan Brantas, Mursyd, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program OPLAH (Optimalisasi Lahan) yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian seluas sekitar 56 hektare.


Menurutnya, titik pengeboran telah ditentukan melalui survei geolistrik yang dilakukan oleh tim dari Universitas Jember (UNEJ). Sumur bor yang sedang dikerjakan memiliki kedalaman rencana antara 80 hingga 100 meter dengan diameter pengeboran 6 inci.


"Penentuan titik dilakukan melalui survei geolistrik oleh UNEJ. Insyaallah akan menghasilkan air karena sebelumnya sudah dilakukan survei," ujar Mursyd.


Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani guna menjaga kualitas pekerjaan.


"Semua dikerjakan secara swakelola. Kami ingin mendapatkan pembangunan yang bagus dan kuat," katanya.


Terkait tidak terlihatnya papan informasi kegiatan di lokasi proyek, Mursyd menyatakan bahwa papan informasi sebenarnya telah disiapkan. Namun pemasangannya belum dilakukan karena bertepatan dengan sejumlah kegiatan desa dan rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.


"Mohon maaf, sebenarnya papan informasi sudah ada. Kemarin kami belum sempat memasang karena ada kegiatan desa dan masih ada rangkaian kegiatan 17 Agustus," jelasnya.


Meski telah memberikan sejumlah penjelasan, pihak Gapoktan Brantas belum menjawab secara rinci sejumlah pertanyaan teknis yang diajukan awak media terkait hasil survei geolistrik yang menjadi dasar penentuan lokasi pengeboran.


Salah satu yang dipertanyakan adalah dasar interpretasi dalam Laporan Pendugaan Geolistrik Juli 2026 yang menyebut adanya zona akuifer dengan nilai tahanan jenis (resistivitas) 25–60 Ohm-meter yang diinterpretasikan sebagai litologi tufa pasir. Hingga saat ini belum ada penjelasan mengenai data pendukung maupun metode analisis yang digunakan dalam penafsiran tersebut.


Selain itu, awak media juga meminta penjelasan mengenai titik koordinat survei, penampang hasil pengukuran geolistrik, estimasi kedalaman akuifer, hasil pengeboran aktual di lapangan, hingga hasil uji debit air pasca pengeboran. Namun pertanyaan tersebut belum mendapat tanggapan secara detail.


Tidak hanya aspek teknis, sejumlah informasi lain yang juga belum dijelaskan meliputi identitas penyedia jasa survei geolistrik, sumber pendanaan program, nilai anggaran kegiatan, serta spesifikasi teknis material yang digunakan dalam pembangunan sumur bor tersebut.


Data-data tersebut dinilai penting untuk memastikan kesesuaian antara hasil survei, perencanaan teknis, dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat mengenai transparansi program yang memanfaatkan sumber daya air tanah.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Gapoktan Brantas belum menyampaikan dokumen pendukung maupun data teknis yang diminta. Namun Mursyd mengundang awak media untuk melakukan pertemuan langsung di lokasi proyek pada Selasa mendatang guna memperoleh penjelasan lebih lanjut terkait pembangunan sumur bor tersebut.


Sementara itu, masyarakat berharap seluruh informasi terkait program, mulai dari sumber pendanaan, aspek teknis, hingga mekanisme pengelolaan sumur bor dapat disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi dan dapat memberikan manfaat optimal bagi petani penerima program.(TIM). 

Komentar

Tampilkan

  • Gapoktan Brantas Klarifikasi Program Sumur Bor, Sejumlah Pertanyaan Teknis Masih Belum Terjawab
  • 0

Terkini

Music