BANYUWANGI,KOMPASGROUPS.COM – Pelaksanaan program bantuan sumur bor swakelola yang diterima Gapoktan Brantas di Kabupaten Banyuwangi menjadi perhatian masyarakat. Selain dugaan keterlibatan pihak lain dalam pekerjaan teknis pengeboran, warga juga menyoroti belum terpasangnya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek sumur bor tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Dalam papan informasi proyek yang beredar, tercantum nilai kegiatan sebesar Rp213.803.998,24 dengan pelaksana Poktan Brantas.
Sejumlah warga mengaku tidak melihat adanya papan proyek yang terpasang saat pekerjaan berlangsung. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait keterbukaan informasi kepada masyarakat, mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran negara.
Menanggapi hal itu, Mursyid memberikan penjelasan bahwa pihak pelaksana sebenarnya telah berencana memasang papan informasi proyek. Namun, pemasangan belum dapat dilakukan karena bertepatan dengan sejumlah kegiatan dan hari libur di desa.minggu (16/8/2026)
"Mohon maaf, kemarin kita mau pasang. Karena kita mulai kemarin libur ada kegiatan desa jadi kita belum sempat. Besok pun masih libur karena ada upacara 17 Agustus," ujar Mursyid saat dikonfirmasi.
Meski demikian, penjelasan tersebut masih menjadi perhatian warga yang berharap papan informasi proyek dapat segera dipasang sebagai bentuk transparansi pelaksanaan kegiatan yang dibiayai APBN.
Selain persoalan papan proyek, warga juga menyampaikan informasi bahwa pekerjaan teknis pengeboran diduga dikerjakan oleh pihak lain. Bahkan beredar informasi di masyarakat bahwa pekerjaan tersebut diborongkan dengan nilai sekitar Rp10 juta. Namun informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak pelaksana maupun pengurus Gapoktan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai pelaksanaan program tersebut, Mianto tidak memberikan penjelasan secara rinci dan meminta agar konfirmasi dilakukan langsung kepada Ketua Gapoktan Brantas.
"Lebih jelas sampean konfirmasi sama Pak Ashari selaku Ketua Gapoktan," kata Mianto.
Pernyataan tersebut mengarahkan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan kegiatan, penggunaan anggaran, serta pihak yang terlibat dalam pekerjaan teknis kepada pengurus Gapoktan sebagai penerima bantuan program.
Publik berharap pihak Gapoktan Brantas dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait pelaksanaan program sumur bor tersebut, termasuk mekanisme swakelola, rincian penggunaan anggaran, spesifikasi pekerjaan, serta manfaat yang akan diterima petani.
Hingga berita ini ditulis, Ketua Gapoktan Brantas, P. Ashari, belum memberikan keterangan resmi terkait sejumlah pertanyaan yang berkembang di masyarakat. Kompasgroups.com masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan yang berimbang dari seluruh pihak terkait.
Sebagai program yang bertujuan mendukung kebutuhan air bagi sektor pertanian, masyarakat berharap pelaksanaannya dapat berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani penerima manfaat.(Tim)
