JOMBANG,KOMPASGRUPS.COM—Sebanyak 21 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah (UNWAHA) resmi mengakhiri kegiatan pengabdian di Desa Mentoro, Kabupaten Jombang. KKN berlangsung selama 13 Juli hingga 24 Agustus 2026 dan ditutup dengan kegiatan perpisahan bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Kegiatan perpisahan tersebut dihadiri Kepala Desa Mentoro Mahfudz Efendi bersama jajaran perangkat desa, Ketua BPD beserta jajaran, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mohammad Fadil, serta Ketua RW, Ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Desa Mentoro. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan terjalinnya hubungan baik selama mahasiswa melaksanakan pengabdian.
Selama KKN, para mahasiswa melaksanakan sejumlah program kerja yang mencakup bidang pendidikan, keagamaan, pertanian, ekonomi, dan teknologi. Program-program tersebut dirancang untuk memberikan kontribusi serta manfaat bagi masyarakat Desa Mentoro sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada di desa.
Di bidang pendidikan, mahasiswa menggelar seminar penerapan deep learning dalam pengembangan media pembelajaran berbasis inovasi digital bagi guru SD/MI di Desa Mentoro. Sementara di bidang keagamaan, mereka melaksanakan seminar “Aktualisasi Kajian Ahkam an-Nisa' dalam Menjawab Persoalan Perempuan Kontemporer” sebagai bagian dari kegiatan edukasi keagamaan bagi masyarakat.
Pada bidang pertanian, mahasiswa melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi alat penebar pupuk sederhana. Sedangkan di bidang ekonomi, mereka mengenalkan konsep zero waste lifestyle melalui pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Program tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bernilai.
Tidak hanya itu, mahasiswa KKN juga memberikan kontribusi di bidang teknologi melalui pembuatan website profil Desa Mentoro dengan alamat mentoro.my.id. Website tersebut diharapkan menjadi sarana informasi digital yang dapat memperkenalkan profil dan berbagai potensi Desa Mentoro kepada masyarakat secara lebih luas.
Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga. Mereka berkesempatan mengajar di TPQ dan sekolah dengan siswa yang aktif serta terbuka. Mahasiswa juga mendapat kesempatan ikut terlibat dalam berbagai kegiatan desa, baik secara formal maupun informal.
“Selama di sini, kami mendapat pengalaman luar biasa. Kami bersyukur diberi ruang untuk ikut andil dalam berbagai acara di desa. Dari situlah kami benar-benar merasakan kebaikan warga Desa Mentoro yang begitu ramah dan akrab,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN.
Kepala Desa Mentoro Mahfudz Efendi berpesan agar mahasiswa tetap menjaga sikap, sopan santun, komunikasi, dan nama baik almamater. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat melalui program yang telah dilaksanakan serta tetap menjaga hubungan baik dengan warga meskipun kegiatan KKN telah berakhir.
Mahasiswa berharap pemerintah desa dan masyarakat dapat melanjutkan berbagai program positif yang telah dimulai selama KKN. Mereka juga berharap program-program tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus, tetapi dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Hubungan baik antara mahasiswa, kampus, pemerintah desa, dan masyarakat juga diharapkan tetap terjaga.
Pemerintah Desa Mentoro juga berharap program yang telah dilaksanakan, khususnya yang berkaitan dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, dapat diteruskan sesuai kondisi desa. Pemerintah desa diharapkan dapat terus mengembangkan potensi yang ada sekaligus menjadi penghubung dengan pihak kampus apabila ke depan terdapat kerja sama atau kegiatan pengabdian masyarakat lainnya.
Rangkaian acara perpisahan diawali dengan penampilan banjari mahasiswa KKN, kemudian pembukaan, pembacaan qiroah, sambutan Ketua KKN, sambutan Kepala Desa, dan sambutan Dosen Pembimbing Lapangan Mohammad Fadil. Acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan berupa cinderamata vandel akrilik kepada pemerintah Desa Mentoro.
Acara kemudian diisi penayangan after movie KKN, penyampaian kesan dan pesan Ketua KKN selama berada di Desa Mentoro, serta kesan dan pesan dari Kepala Desa. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa dan penutup. Berakhirnya KKN 21 mahasiswa UNWAHA tersebut diharapkan bukan menjadi akhir hubungan, melainkan awal dari keberlanjutan kerja sama dan berbagai program positif bagi masyarakat Desa Mentoro.(Zafin)

